Minggu, 26 JULI 2026 • 13:15 WIB

Sering Nyeri Bahu? Waspadai 'Frozen Shoulder' yang Bisa Bertahan hingga 3 Tahun

Author

Ilustrasi pria mengalami nyeri bahu akibat frozen shoulder. (Freepik)

INDOZONE.ID – Kamu pernah merasakan bahu terasa kaku, nyeri, dan semakin sulit digerakkan? Kondisi tersebut bisa jadi merupakan frozen shoulder atau adhesive capsulitis

Itu salah satu gangguan pada sendi bahu yang menyebabkan kekakuan dan nyeri, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. 

Meski dapat membaik dengan sendirinya, proses pemulihan frozen shoulder biasanya berlangsung cukup lama, bahkan bisa mencapai satu hingga tiga tahun.

Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan fungsi bahu tetap terjaga. 

Baca juga: 3 Jenis Nyeri Bahu yang Rentan Dialami Gen Z, Kamu Pernah Ngalamin?

Apa Itu Frozen Shoulder? 

Dikutip dari Mayo Clinic, frozen shoulder adalah kondisi ketika kapsul sendi bahu, yaitu jaringan ikat yang menyelubungi sendi, mengalami penebalan dan mengencang. 

Akibatnya, ruang gerak sendi menjadi terbatas, sehingga bahu terasa kaku dan sulit digerakkan. 

Penyebab pasti kondisi ini belum diketahui. Namun, frozen shoulder lebih sering terjadi pada seseorang yang harus membatasi gerakan bahu dalam waktu lama.

Misalnya setelah operasi, patah tulang lengan, atau cedera bahu. 

Ilustrasi Frozen Shoulder (sumber: Freepik)

Gejala Frozen Shoulder 

Frozen shoulder umumnya berkembang secara perlahan dan berlangsung dalam tiga tahap, yaitu: 

1.Tahap Membeku (Freezing Stage)

Pada tahap awal, setiap gerakan bahu akan menimbulkan rasa nyeri dan kemampuan menggerakkan bahu mulai berkurang. Fase ini biasanya berlangsung selama 2 hingga 9 bulan. 

2. Tahap Kaku (Frozen Stage)

Memasuki tahap ini, nyeri biasanya mulai berkurang. Namun, bahu menjadi semakin kaku sehingga aktivitas sehari-hari, seperti mengenakan pakaian atau mengangkat barang, menjadi lebih sulit. Tahap ini berlangsung sekitar 4 hingga 12 bulan. 

3. Tahap Pemulihan (Thawing Stage)

Pada fase terakhir, rentang gerak bahu mulai kembali secara bertahap. Proses pemulihan umumnya memerlukan waktu 5 hingga 24 bulan. 

Pada sebagian penderita, nyeri juga dapat memburuk pada malam hari sehingga mengganggu kualitas tidur. 

Penyebab Frozen Shoulder 

Frozen shoulder terjadi ketika kapsul sendi bahu menebal dan mengencang, sehingga membatasi pergerakan sendi.

Hingga kini, penyebab pasti perubahan tersebut belum diketahui. 

Namun, kondisi tersebut lebih sering muncul setelah seseorang tidak menggerakkan bahunya dalam waktu lama. Misal, selama masa pemulihan akibat operasi, cedera, atau patah tulang. 

Faktor Risiko Frozen Shoulder 

Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami frozen shoulder, antara lain: 

  • Berusia 40 tahun ke atas, terutama perempuan.
  • Menderita diabetes.
  • Mengalami gangguan tiroid, baik hipertiroidisme maupun hipotiroidisme.
  • Memiliki penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular.
  • Menderita penyakit Parkinson.
  • Pernah mengalami cedera rotator cuff.
  • Mengalami patah tulang lengan.
  • Sedang menjalani pemulihan setelah operasi.
  • Pernah mengalami stroke yang menyebabkan keterbatasan gerak.  

Baca juga: Bahaya Menggendong Tas di Satu Bahu, Bisa Kena Nyeri Kronis hingga Arthritis

Bisakah Frozen Shoulder Dicegah? 

Salah satu penyebab paling umum frozen shoulder adalah, tidak menggerakkan bahu selama masa pemulihan setelah cedera atau operasi. 

Oleh karena itu, dokter biasanya menyarankan pasien untuk melakukan latihan rentang gerak (range of motion exercises) sesegera mungkin, sesuai kondisi medis. 

Latihan ini bertujuan menjaga fleksibilitas sendi, dan mencegah bahu menjadi semakin kaku. 

Bagaimana Frozen Shoulder Didiagnosis? 

Dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik, untuk menilai tingkat nyeri serta sejauh mana pasien mampu menggerakkan bahunya sendiri, maupun dengan bantuan pemeriksa. 

Selain pemeriksaan fisik, dokter dapat menyarankan pemeriksaan penunjang untuk menghindari kemungkinan penyakit lain, seperti: 

  • Foto rontgen (X-ray)
  • Ultrasonografi (USG)
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI)  

Cara Mengatasi Frozen Shoulder 

Penanganan frozen shoulder bertujuan mengurangi nyeri sekaligus mempertahankan kemampuan gerak sendi bahu. 

1. Obat Pereda Nyeri 

Dokter dapat menyarankan obat antinyeri dan antiinflamasi, seperti ibuprofen atau aspirin, untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan.

Pada kondisi tertentu, obat yang lebih kuat dapat diresepkan sesuai kebutuhan pasien. 

2. Fisioterapi 

Fisioterapi merupakan salah satu terapi utama untuk frozen shoulder. Terapis akan mengajarkan latihan rentang gerak yang perlu dilakukan secara rutin, agar bahu kembali lebih fleksibel dan fungsi sendi dapat pulih secara bertahap. 

3. Suntikan Kortikosteroid 

Penyuntikan kortikosteroid langsung ke sendi bahu, dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan rentang gerak, terutama jika dilakukan pada tahap awal penyakit. 

4. Hidrodilatasi 

Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan steril ke dalam kapsul sendi bahu, untuk meregangkan jaringan yang mengencang.

Pada beberapa kasus, hidrodilatasi dikombinasikan dengan suntikan kortikosteroid. 

5. Manipulasi Bahu di Bawah Anestesi 

Pada prosedur ini, pasien dibius total sehingga tidak merasakan nyeri. Dokter kemudian menggerakkan bahu ke berbagai arah, untuk membantu melonggarkan jaringan yang kaku. 

6. Operasi 

Operasi jarang diperlukan. Namun, apabila berbagai terapi tidak memberikan hasil, dokter dapat melakukan artroskopi bahu, yaitu prosedur bedah minimal invasif untuk mengangkat jaringan parut yang membatasi pergerakan sendi. 

Terapi Pendukung 

Selain pengobatan medis, beberapa terapi pendukung juga dapat membantu meredakan gejala, di antaranya: 

  • Akupunktur, yang menggunakan jarum halus pada titik tertentu di tubuh.
  • Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), yaitu terapi menggunakan arus listrik ringan untuk membantu mengurangi rasa nyeri. 

Meski demikian, efektivitas kedua metode tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut, dan sebaiknya dilakukan atas anjuran tenaga kesehatan. 

Ilustrasi nyeri bahu. (Freepik)

Perawatan Mandiri di Rumah 

Selama masa pemulihan, penderita dianjurkan untuk tetap menggerakkan bahu sesuai batas kemampuan dan rasa nyeri yang dirasakan.

Menghentikan seluruh aktivitas justru dapat memperburuk kekakuan sendi. 

Mengompres bahu menggunakan air hangat atau kompres dingin juga dapat membantu meredakan nyeri pada sebagian penderita. 

Kapan Harus ke Dokter? 

Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami nyeri bahu yang tidak kunjung membaik, bahu terasa semakin kaku, atau kesulitan mengangkat lengan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Penanganan frozen shoulder sejak dini, dapat membantu mempertahankan fungsi sendi, mengurangi nyeri, dan mempercepat proses pemulihan. 

Meski frozen shoulder umumnya dapat membaik seiring waktu, terapi yang tepat berperan penting untuk mencegah keterbatasan gerak yang berkepanjangan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayo Clinic

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU