INDOZONE.ID - Di dunia seni dan fashion, warna ungu dan biru selalu identik dengan kemewahan dan kelas atas. Tapi tahukah Anda bahwa di masa lampau, kedua warna ini pernah menjadi yang termahal di dunia?
Warna ungu, khususnya Tyrian Purple, memiliki kisah yang kaya dalam sejarah. Pada zaman dahulu, warna ungu diperoleh dari kelenjar tiroid siput yang disebut Murex.
Siput ini harus dikumpulkan dalam jumlah besar, dan proses ekstraksi pigmennya pun berbahaya dan memakan waktu. Warna ungu juga dibuat dari siput Bolinus brandaris yang hanya ditemukan di kota Tyre, Lebanon.
Hal ini menyebabkan ungu menjadi warna yang sangat langka dan mahal.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Pengorbanan Anak Pertama yang Relate Banget
Di Romawi kuno, warna ungu hanya boleh dipakai oleh kaisar dan anggota keluarga kerajaan. Warna ungu juga menjadi simbol kekuasaan dan kemewahan.
Pada zaman dahulu, warna biru sangat sulit untuk diperoleh. Pigmen biru alami, yang disebut indigo, berasal dari tanaman Indigofera tinctoria.
Tanaman ini harus ditanam dan dipanen dengan hati-hati, dan proses ekstraksi pigmennya pun rumit dan memakan waktu.
Warna biru juga terbuat dari mineral langka bernama lapis lazuli yang hanya ada di tambang di Afghanistan.
Baca juga: 7 Puisi Singkat Tentang Pengorbanan Anak Pertama yang Bikin Hati Tersentuh
Pigmen biru ini sangat sulit diperoleh dan diolah, sehingga harganya menjadi sangat mahal dan langka.
Di Eropa, warna biru sering dikaitkan dengan bangsawan dan gereja.
Raja-raja dan ratu mengenakan jubah biru, dan gereja-gereja menggunakan kaca patri biru untuk menghiasi jendela mereka. Warna biru juga menjadi simbol kemewahan dan kekayaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Smithsonian Magazine