Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 13 OKTOBER 2025 • 18:00 WIB

Kenapa Banyak Orang Suka Nongkrong Tapi Nggak Ngobrol?

Kenapa Banyak Orang Suka Nongkrong Tapi Nggak Ngobrol?Ilustrasi nongkrong. (Freepik)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu lagi nongkrong bareng teman, tapi suasananya malah hening? Duduk bareng di kafe, taman, atau tempat tongkrongan biasa, tapi nggak ada obrolan seru, nggak ada tawa pecah, semuanya sibuk dengan HP masing-masing. Scroll TikTok, bales chat, atau sekadar ngelamun. Nongkrong, tapi kayak sendiri-sendiri. Aneh? Nggak juga. Justru sekarang, momen kayak gini makin sering terjadi dan dianggap wajar.

Fenomena “nongkrong tapi diem” atau “nongkrong tapi pada main HP” ternyata punya sisi menarik kalau dilihat dari kacamata psikologis dan sosial. Ini bukan tanda pertemanan renggang atau awkward, tapi bisa jadi bentuk kenyamanan tingkat tinggi antar-teman. Nggak ada tekanan buat selalu ngobrol, nggak harus basa-basi. Cukup duduk bareng, meski tanpa kata, tapi tetap ngerasa deket. Kok bisa gitu, ya? Yuk, kita bahas alasannya!

1. Kebutuhan “Hadir” Secara Fisik

Di era serba digital, hadir secara fisik punya makna yang nggak kalah penting. Nongkrong bareng teman itu nggak selalu soal ngobrol nonstop, tapi lebih ke ikut merasakan atmosfer dan kebersamaan dalam satu ruang. Kadang, cuma duduk bareng tanpa banyak bicara aja sudah cukup bikin kita merasa diterima dan dianggap “ada” oleh teman-teman. Kehadiran fisik kayak gini jadi cara penting buat menjaga ikatan sosial dan membangun rasa identitas dalam kelompok.

Baca juga: Nongkrong Produktif: Tren Baru Anak Muda yang Bikin Me Time Jadi Power Time

2. Peran Smartphone dan Phubbing

Salah satu alasan kenapa banyak orang nongkrong tapi nggak ngobrol adalah fenomena phubbing, saat seseorang lebih asyik menatap smartphone daripada berinteraksi langsung dengan orang di sekitarnya.

Banyak riset membuktikan kalau ketergantungan pada ponsel bisa menurunkan kemampuan komunikasi tatap muka. Misalnya, sebuah penelitian pada mahasiswa keperawatan menemukan bahwa perilaku phubbing berhubungan negatif dengan kemampuan komunikasi mereka. Artinya, makin sering “mengabaikan” teman demi main HP, makin sulit juga mereka untuk ngobrol secara efektif.

3. Kecemasan Sosial dan Introversi

Nongkrong itu nggak selalu harus diisi dengan obrolan seru, loh. Banyak orang—terutama yang introvert atau punya social anxiety, lebih nyaman diam saja di tengah keramaian. Mereka merasa lebih tenang kalau nggak dipaksa aktif ngomong. Diam jadi cara untuk menghindari rasa takut salah bicara, takut dinilai, atau merasa “ditatap” secara intens.

Menurut studi dalam jurnal Psychological Medicine, orang dengan kecemasan sosial tetap merasakan manfaat emosional dari kehadiran teman dekat, meski mereka ngomong jauh lebih sedikit. Jadi, duduk bareng tanpa banyak bicara pun sudah cukup buat merasa didukung dan terhubung secara sosial.

4. Obrolan Kecil dan “Isi Waktu”

Kenapa Banyak Orang Suka Nongkrong Tapi Nggak Ngobrol?Ilustrasi ngobrol bareng teman. (Pexels/Tirachard Kumtanom)

Kadang nongkrong itu cuma buat “isi waktu” atau sekadar melepas penat setelah seharian beraktivitas. Kamu pengen suasana santai, nggak harus ngobrol berat. Musik yang diputar, secangkir kopi hangat, atau cuma duduk sambil ngeliatin orang lewat, semuanya bisa jadi hiburan tersendiri.

Diam bukan berarti boring atau awkward, malah bisa bikin kamu merasa rileks. Kadang, yang kita butuhkan cuma momen tenang di tengah keramaian, tanpa harus banyak bicara.

5. Kebiasaan Komunikasi yang Berubah

Media sosial, chat, DM, dan reels bikin kita terbiasa dengan komunikasi cepat dan singkat. Tapi ngobrol langsung tatap muka butuh effort lebih, mulai dari mikirin topik, nyari timing pas, sampai ngatur bahasa tubuh. Akibatnya, banyak yang malah bingung mau ngomong apa saat nongkrong.

Menurut artikel dari Wharton Women, kebiasaan komunikasi lewat media sosial bikin kita kurang peka terhadap isyarat nonverbal, seperti bahasa tubuh dan ekspresi wajah, padahal itu penting banget buat ngobrol langsung. Jadi, wajar kalau pas ketemu malah susah “nyambung” dan akhirnya milih diam.

6. Butuh Ruang Sendiri

Meski lagi bareng teman, kadang kamu tetap butuh waktu sendiri secara mental. Nongkrong tapi diam bisa jadi semacam “me time” versi sosial: tetap di tengah keramaian, tetap merasa terhubung, tapi nggak harus aktif ngobrol terus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cambridge.org, Whartonwomen-penn.com, PubMed

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kenapa Banyak Orang Suka Nongkrong Tapi Nggak Ngobrol?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!