Ilustrasi anak sulung dan adik-adiknya. (Freepik)
INDOZONE.ID - Kamu pernah dengar nggak sih istilah anak sulung. Di banyak keluarga, anak sulung sering banget dianggap sebagai “perpanjangan tangan” orang tua. Mereka diharapkan jadi pintar, penuh tanggung jawab, jadi contoh yang baik buat adik-adiknya, bahkan kadang harus jadi penengah kalau ada konflik.
Tapi di balik semua pujian itu, ada beban mental yang berat, harapan-harapan yang sering nggak pernah diucapkan, dan kadang rasa bersalah yang diam-diam menggerogoti hati. Jadi, jadi anak sulung itu nggak selalu mudah seperti yang kelihatan, loh!
Baca juga: Mengenal Sindrom Anak Sulung Perempuan: Beban Lebih Jadi Kakak Cewek Pertama di Keluarga
Anak sulung adalah kakak pertama di keluarga, jadi posisinya cukup unik. Dia orang pertama yang merasakan gimana rasanya “jadi besar” dalam keluarga. Sejak kecil, biasanya anak sulung sudah dibiasakan buat bantu-bantu tugas rumah, ngatur atau jagain adik-adiknya, dengerin curhat orang tua, bahkan sering kali harus ngorbanin keinginannya sendiri demi kepentingan keluarga.
Tugas Rumah & Pengasuhan Adik
Orang tua sering banget berharap anak sulung bisa bantu ngurus adik atau jaga rumah saat mereka sibuk. Anak sulung harus bangun lebih pagi, bantu masak, cuci piring, dan ngerjain tugas rumah lainnya. Ini bukan cuma soal tenaga fisik, tapi juga bisa bikin mental ikut terbebani.
Harapan Akademik & Karier
Anak sulung biasanya dianggap harus jadi yang terbaik, mulai dari nilai sekolah yang bagus, masuk universitas top, sampai dapat pekerjaan prestisius. Ekspektasi ini kadang nggak pernah diomongin langsung, tapi jelas terasa di harapan orang tua dan keluarga besar.
Tanggung Jawab Emosional
Anak sulung sering jadi “penjaga damai” kalau ada konflik antaradik. Harus sabar, paham situasi, dan dengerin keluhan orang tua. Padahal, mereka juga butuh didengar.
Tekanan untuk Nggak Salah
Karena dianggap contoh, segala kesalahan kecil sering dibesar-besarkan. Rasa takut mengecewakan orang tua bikin anak sulung makin tertekan untuk selalu tampil sempurna.
Beberapa ekspektasi yang sering nggak pernah diungkap langsung, tapi tekanannya nyata banget dirasain, antara lain:
Ekspektasi-ekspektasi ini sering bikin anak sulung merasa terbebani, padahal mereka juga manusia yang butuh ruang buat diri sendiri dan berproses.
Beberapa penelitian internasional membahas tentang firstborn burden alias beban anak sulung, birth order effects, dan ekspektasi yang melekat pada saudara tertua.
Jadi, posisi anak sulung nggak cuma soal tanggung jawab besar, tapi juga berdampak ke berbagai aspek psikologis dan sosial yang kompleks.
Ilustrasi anak sulung. (Freepik)
Positif:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PubMed, Pnas.org, Ideas.repec.org