Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 09:30 WIB

7 Puisi Singkat tentang Hari Sumpah Pemuda yang Bikin Bangga Jadi Anak Indonesia

7 Puisi Singkat tentang Hari Sumpah Pemuda yang Bikin Bangga Jadi Anak IndonesiaIlustrasi Puisi Singkat tentang Hari Sumpah Pemuda. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Setiap 28 Oktober, semangat Sumpah Pemuda selalu kembali menggema di hati kita.

Momen ini bukan cuma tentang sejarah, tapi juga soal rasa, rasa cinta pada tanah air, bahasa, dan kebersamaan yang bikin Indonesia tetap berdiri tegak.

Lewat kata-kata yang sederhana tapi dalem seperti puisi singkat ini, kita bisa nginget lagi arti perjuangan para pemuda dulu yang berani bersatu demi satu nama, Indonesia.

Berikut ini, 7 puisi singkat tentang Sumpah Pemuda yang puitis, bermakna, dan bisa bikin kamu ikut ngerasain getaran semangat juang mereka.

Baca juga: Bikin Hati Hangat! Ini 7 Puisi Singkat tentang Kebersamaan

7 Puisi Singkat tentang Hari Sumpah Pemuda

7 Puisi Singkat tentang Hari Sumpah Pemuda yang Bikin Bangga Jadi Anak IndonesiaIlustrasi Puisi Singkat tentang Hari Sumpah Pemuda. (Foto: Freepik @Freepik)

1. “Satu Tanah”

Di bawah langit yang sama,
kita menapak bumi yang setia.
Setiap debu dan hujan di tanah ini,
adalah janji, bahwa kita tak akan pergi.

2. “Bahasa yang Menyatukan”

Dari timur sampai barat,
suara kita berbeda nada, tapi satu rasa.
Bahasa Indonesia
bukan sekadar kata, tapi jiwa yang menyapa.

3. “Pemuda untuk Merah Putih”

Kami pemuda, bukan sekadar nama,
kami bara yang menyala dalam jiwa bangsa.
Bukan hanya bicara, tapi bekerja,
bukan hanya janji, tapi bukti nyata.

4. “Satu Nusa, Satu Bangsa”

Peta boleh membelah,
tapi laut dan gunung tak pernah memisah.
Satu nusa, satu bangsa
selamanya Indonesia yang kita cinta.

Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Senyuman yang Bikin Hati Adem

7 Puisi Singkat tentang Hari Sumpah Pemuda yang Bikin Bangga Jadi Anak IndonesiaIlustrasi Puisi Singkat tentang Hari Sumpah Pemuda. (Foto: Freepik @Freepik)

5. “Janji di Bawah Bendera”

Kami bersumpah, bukan karena dipaksa,
tapi karena cinta yang tumbuh di dada.
Merah putih bukan kain biasa,
tapi darah dan jiwa yang menyatu selamanya.

6. “Pemuda Zaman Ini”

Kami tak lagi berperang dengan senjata,
tapi dengan ide, karya, dan doa.
Kami bukan sekadar penerus,
tapi pembawa cahaya di zaman yang berubah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ide Penulis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

7 Puisi Singkat tentang Hari Sumpah Pemuda yang Bikin Bangga Jadi Anak Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!