Mengunyah permen karet (Pexels/RF._.studio)
INDOZONE.ID - Kamu pasti pernah denger kan mitos: “Jangan ditelan permen karet, nanti bakal nyangkut di perut 7 tahun!”
Nah, di artikel ini kita bakal kulik fakta di balik mitos itu. Yuk, kita bongkar rahasianya bareng-bareng!
Sejak lama, anak-anak sering diperingatkan untuk nggak menelan permen karet karena katanya si “gum” bakal nyangkut di perut selama tujuh tahun.
Tapi, menurut berbagai sumber internasional, mitos itu sama sekali nggak benar.
Baca juga: Asal-Usul Fenomena Kopi Pangku Jadi Praktik Prostitusi Terselubung
Beberapa alasan kenapa mitos ini bisa nyebar luas:
Baca juga: Momen Haru OB Kantor Siapkan Kue Ulang Tahun Ternyata untuk Dirinya Sendiri
Sebagian besar komponen permen karet, seperti pemanis, perisa, dan pewarna bisa dicerna atau diserap tubuh.
Yang tidak bisa dicerna hanyalah gum base, bahan sintetis yang bikin permen karet kenyal.
Meski gum base nggak bisa dicerna, tubuh kita punya sistem yang efisien untuk mendorong “benda tak tercerna” lewat usus, akhirnya dibuang lewat tinja dalam beberapa hari, bukan bertahun-tahun.
Jadi, kalau kamu nggak sengaja menelan satu potong permen karet, besar kemungkinan itu bakal keluar bareng proses buang air besar normal beberapa hari kemudian.
Baca juga: 111 Caption Bahasa Inggris tentang Korea, Singkat Aesthetic!
Walaupun jarang, ada beberapa kasus di mana menelan permen karet dalam jumlah banyak atau sering bisa menyebabkan penyumbatan usus (intestinal blockage), terutama pada anak-anak.
Contohnya, kalau anak kecil menelan banyak permen karet ditambah benda tak tercerna lain, bisa terbentuk massa yang menghambat saluran pencernaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber