INDOZONE.ID - Lari Jarak Pendek (LJP), atau yang dikenal sebagai sprint, adalah cabang atletik yang sangat menarik.
Jenis lari ini bisa digunakan untuk mengukur kecepatan maksimal.
Jarak khusus yang dilombakan mencakup 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.
Kunci untuk meraih waktu terbaik dalam sprint bukan hanya kemampuan fisik, tetapi juga penguasaan teknik yang akurat, khususnya pada babak awal, yakni start.
Baca juga: Punya Budaya Disiplin yang Tinggi, Bagaimana Orang Jepang Membentuknya?
Teknik start jongkok adalah metode yang wajib dipakai pada nomor lari jarak pendek 100m, 200m, dan 400m.
Teknik ini menghasilkan dorongan awal yang paling eksplosif dan efisien.
Posisi start jongkok bisa disesuaikan dengan preferensi dan panjang kaki pelari. Secara khusus posisinya bisa digolongkan menjadi tiga gaya khusus:
Baca juga: Milih Jurusan Kuliah: Ikuti Passion atau Cari yang Prospek Kerjanya Lebih Cerah?
Penempatan: Kaki depan dan kaki belakang ditempatkan bersisihan ( sekitaran 14-20 cm).
Karakter: Menghasilkan dorongan awalnya yang kuat, tetapi memerlukan kemampuan otot kaki yang semakin besar . Sesuai untuk pelari yang mempunyai ledakan energi tinggi.
Penempatan: Jarak di antara kaki depan dan belakang sekitaran satu 1/2 kepalan tangan (sekitar 35-45 cm).
Karakter: Posisi yang umum dan fleksibel, menawarkan keseimbangan antara dorongan kuat dan langkah pertama yang panjang.
Baca juga: 100 Caption di Dufan dalam Bahasa Inggris, Cocok untuk IG!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber