Ilustrasi Disiplin. (Foto: Freepik @jcomp)
INDOZONE.ID - Jepang memiliki banyak budaya yang unik dan berbeda dengan budaya di negara lain. Salah satu yang paling terkenal adalah budaya disiplin yang tinggi di Jepang. Kok bisa?
Mengutip salah satu pengguna Quora, Kohoji Yue, masyarakat Jepang sangat disiplin karena menganut prinsip Bushido dalam kehidupan sehari-hari. Apa itu Bushido? Bushido memiliki makna sebagai “tatacara ksatria” atau sebuah kode etik kesatriaan golongan samurai dalam feodalisme Jepang.
Bushido berakar dari nilai-nilai moral samurai yang menekankan pada kombinasi kesederhanaan, penguasaan, kesetiaan, penguasaan seni bela diri, dan kehormatan sampai mati. Berikut adalah prinsip-prinsip Bushido yang dianut masyarakat Jepang, antara lain kesungguhan (义 gi), kesetiaan (忠义 chūgi), keberanian (勇 yu), kehormatan (名誉 meiyo), kebajikan (仁 jin), kejujuran (诚 makoto), dan penghargaan (礼 rei).
Baca juga: Mengenal Ikigai, Konsep Hidup Orang Jepang yang Damai, Seperti Apa?
Mengutip dari salah satu pengguna Quora, Reyhan Ronin, orang Jepang sudah membentuk kedisiplinan sejak usia dini. Bahkan, sekolah-sekolah di Jepang membiasakan mereka disiplin dengan cara mengharuskan siswa-siswinya untuk membersihkan kamar mandi secara bergantian, menyiapkan makanan bagi teman-temannya, dan tidak membuang-buang makanan.
Hal yang paling menarik adalah peran orang tua juga sangat berpengaruh terhadap kedisiplinan sang anak. Cara menjadikan anak disiplin adalah orang tua juga harus ikut disiplin. Orang tua adalah cerminan atau contoh bagi anaknya. Jika orang tua disiplin, maka anak juga akan ikut disiplin. Orang tua bukan hanya mengajarkan, tetapi juga penting untuk menjadi contoh bagi anak-anaknya.
Kedisiplinan merupakan hal yang paling menonjol di Jepang. Contohnya adalah dalam mengantre, baik saat naik transportasi umum maupun di tempat publik lainnya; disiplin dalam hal waktu; disiplin menaati peraturan; dan disiplin dalam masalah kebersihan. Semua kedisiplinan itu diajarkan sejak kecil.
Masyarakat Jepang membentuk budaya disiplin mereka melalui sejarah, tradisi, pendidikan, dan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Berikut adalah beberapa faktor yang membentuk budaya disiplin di Jepang:
Ilustrasi Disiplin. (Foto: Freepik @Freepik)
Budaya disiplin di Jepang telah terbentuk sejak lama dan dipengaruhi oleh sejarah serta tradisi mereka. Beberapa prinsip budaya seperti “Kaizen” (terus meningkatkan diri), “Mottainai” (tidak membuang-buang), dan “gambari” (mengalahkan diri sendiri) sangat ditekankan dan dihargai di Jepang.
Baca juga: Memahami 4 Pilar Ikigai dalam Budaya Jepang, Konsep Menuju Kebahagiaan dan Keseimbangan Hidup
Sistem pendidikan di Jepang sangat ketat dan menekankan pada disiplin. Sekolah di Jepang mengajarkan nilai-nilai seperti kerja keras, rasa hormat, dan etika kerja. Selain itu, siswa di Jepang dilatih untuk mematuhi aturan dan jadwal yang ketat.
Orang Jepang memiliki kebiasaan yang dijalankan secara rutin dan teratur, seperti membersihkan lingkungan setiap hari, memeriksa jadwal sebelum melakukan kegiatan, dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan.
Indonesia wajib mencontoh kedisiplinan orang Jepang. Salah satu yang menjadi highlight dan patut dijadikan contoh adalah peran besar orang tua dalam membentuk kedisiplinan anak. Jika kita menerapkan hidup disiplin, maka akan banyak manfaat yang diperoleh, di antaranya mengajarkan keteraturan, menumbuhkan kemandirian, menumbuhkan sikap patuh, dan lain-lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Quora.com