Ilustrasi komunikasi dengan pasangan agar hubungan awet (Freepik).
INDOZONE.ID - Dalam hubungan, kadang kita terlalu fokus pada apa yang ingin kita sampaikan hingga lupa bahwa mendengarkan juga bagian penting dari komunikasi.
Padahal, didengar dengan tulus bisa membuat seseorang merasa dihargai, dimengerti, dan diterima apa adanya.
Hubungan yang sehat bukan hanya tentang saling bicara, tapi juga tentang bagaimana kita memberi ruang untuk pasangan mengekspresikan isi hatinya tanpa takut diabaikan.
Dengan belajar mendengarkan dengan lebih mindful, kita bisa menciptakan kedekatan emosional yang lebih kuat dan hubungan yang lebih dewasa.
Baca juga: Hidup Terasa Tidak Punya Arah? 7 Langkah Praktis untuk Menemukan Tujuan
Saat pasangan ngobrol, jadikan momen itu prioritas. Taruh ponsel, tutup laptop, dan fokus sepenuhnya pada mereka.
Kadang, satu tatapan serius atau anggukan bisa memberi pesan: “Aku ada di sini, aku dengerin.”
Mendengar bukan cuma diam. Gunakan ekspresi, gestur kecil, atau balasan lembut seperti, “Oh iya?” atau “Aku ngerti.” Hal sederhana seperti ini membuat pasangan merasa diperhatikan.
Biarkan mereka menyampaikan semuanya sampai selesai. Meskipun kamu pikir sudah tahu ujungnya, menunggu sampai mereka tuntas menunjukkan rasa hormat dan bahwa kamu menghargai cerita mereka.
Baca juga: Human Design: Apa Itu dan Bagaimana Cara Membacanya untuk Mengenal Diri?
Kadang, apa yang kita dengar belum tentu sama dengan apa yang mereka maksud. Jadi, setelah mendengar, coba rangkum dengan lembut seperti, “Maksud kamu, kamu ngerasa kecewa karena…?” – Ini membantu menghindari salah paham.
Ada topik yang mungkin bikin kamu defensif atau tersinggung. Kalau itu terjadi, tarik napas dulu.
Ingat: dengarkan untuk memahami, bukan untuk langsung membalas atau menyerang balik.
Respons empatik seperti: “Aku bisa paham kenapa kamu ngerasa begitu,” dapat membuat pasangan merasa aman untuk terbuka. Kamu nggak harus setuju, tapi kamu bisa menghargai perasaannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jamieclarkecounselling.co.uk