Kenali tanda kamu lagi dekat atau pacaran sama si avoidant yang hobi tarik ulur (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasa pendapatmu diremehkan atau kamu harus jelaskan ulang seolah lawan bicara kamu tidak mengerti?
Jika iya, kamu mungkin sedang mengalami mansplaining atau pola komunikasi yang salah dan sering muncul tanpa disadari dalam hubungan.
Meski terlihat sepele, perilaku ini bisa memengaruhi kepercayaan diri, kedekatan emosional, hingga keseimbangan hubungan.
Nah, agar hubungan tetap sehat dan saling menghargai, penting untuk memahami apa penyebab mansplaining dan bagaimana cara mengatasinya.
Penyebab mansplaining sangat penting untuk dipelajari agar dapat dicegah sebelum memburuk, Berikut beberapa penyebab terjadinya mansplaining:
Baca juga: 5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Membuat Hubungan Sehat Rentan Selingkuh
Dalam hubungan yang sehat, rasa setara dan saling menghormati adalah fondasi penting. Ketika keseimbangan itu hilang, hubungan perlahan terganggu dan memengaruhi banyak aspek.
Salah satunya adalah kepercayaan antar pasangan mulai terkikis saat salah satu pasangan merasa pendapatnya tak pernah dihargai. Nah dari sini, muncul rasa kesal yang menumpuk dan memengaruhi interaksi berikutnya.
Kedekatan emosional dan fisik juga bisa melemah karena rasa diremehkan hingga menciptakan jarak.
Pada akhirnya, komunikasi menjadi tertahan dan hubungan berubah menjadi tidak seimbang, dengan satu pihak merasa lebih dominan daripada yang lain.
Menangani mansplaining dalam hubungan bukan soal mempermalukan atau menyalahkan orang lain melainkan soal menciptakan ruang di mana kedua pasangan merasa dihormati, didengarkan, dan dihargai. Berikut beberapa solusi yang bisa dipelajari:
Baca juga: Stop Jadi Yes Man ke Pasangan! Psikolog Ungkap 5 Cara Bikin Batasan Tanpa Bikin Drama
Langkah pertama adalah mengenali perilakunya dan mengakui bahwa kamu tidak salah bila merasa diremehkan. Setelah itu, komunikasikan perasaanmu secara jelas, misalnya dengan mengatakan bahwa kamu ingin didengar tanpa diasumsikan tidak paham.
Kamu juga bisa tetapkan batasan, seperti meminta pasangan menunggu sampai kamu selesai berbicara sebelum memberi pendapat. Selain itu mengarahkan percakapan dengan memberikan konteks atau menjelaskan bahwa kamu sudah memahami topik yang dibahas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Marriage.com