Jumpa Pers mengenai Uji Klinis Vaksin Dengue
INDOZONE.ID - Infeksi virus dengue masih menjadi ancaman besar bagi masyarakat Indonesia dengan kasus yang terus bertambah setiap tahun. Selain berdampak pada kesehatan, penyakit ini juga memberikan beban ekonomi yang tidak kecil bagi negara.
Di tengah kondisi tersebut, upaya pengembangan vaksin dengue yang lebih efisien menjadi langkah penting. Kini, Indonesia bersama sejumlah pihak memulai uji klinis tahap lanjut untuk vaksin dengue satu dosis.
Harapan ini diharapkan mampu membawa perlindungan jangka panjang dan lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Dengue terus menjadi masalah kesehatan yang mendesak di Indonesia, dengan lebih dari 257.000 kasus dan 1.400 kematian pada 2024 menurut WHO. Beban ekonominya pun besar, pernah mencapai US$381,15 juta hanya dalam satu tahun.
Baca juga: 7 Makanan Penambah Trombosit Paling Ampuh: Bantu Pemulihan Cepat dari DBD
Angka tersebut menunjukkan bahwa dengue bukan sekedar masalah kesehatan, tetapi juga memengaruhi produktivitas dan biaya negara. Karena itu, kebutuhan akan vaksin yang lebih efektif dan mudah diberikan menjadi sangat penting. Uji klinis vaksin satu dosis menjadi jawaban atas tantangan tersebut.
“Infeksi dengue merupakan ancaman kesehatan masyarakat yang semakin meningkat, dan kami bekerja dengan penuh urgensi untuk memajukan uji klinis dan inovasi yang bertujuan membantu melindungi jutaan orang yang berisiko terinfeksi dengue,” Ungkap Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou dalam siaran pers MSD (3/12/2025)
Uji klinis vaksin dengue terbaru ini merupakan hasil kerja sama antara MSD, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, FKUI, Kementerian Kesehatan, dan BPOM. Vaksin yang diuji diperuntukkan bagi anak mulai usia dua tahun dan hanya memerlukan satu kali dosis. BPOM menegaskan bahwa uji klinis telah mendapatkan persetujuan sejak Agustus 2025.
Baca juga: 7 Obat Alami untuk Penderita DBD: Bukan Hanya Sekedar Penambah Trombosit!
“Uji klinis Vaksin V181-005 berpotensi menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kepatutan dan mempercepat perlindungan bagi anak. BPOM telah menerbitkan persetujuan untuk uji klinis ini pada Agustus 2025. Pada pelaksanaan uji klinis nantinya, BPOM akan mengawal pelaksanaan uji klinik ini melalui inspeksi Cara Uji Klinik yang Baik (CUKB)” Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D
Kolaborasi lintas lembaga ini memperlihatkan keseriusan Indonesia dalam mendorong inovasi kesehatan. Dari akademisi hingga industri, semua pihak terlibat untuk memperkuat kemandirian vaksin nasional.
Vaksin ini memasuki fase ketiga dan menjadi bagian dari penelitian multinasional di Asia Tenggara. Lebih dari 10.000 partisipan sehat akan dilibatkan, termasuk anak usia 2–17 tahun, pada penelitian yang berlangsung hingga lima tahun.
Tahap ini fokus menilai keamanan jangka panjang, respons imun, dan efektivitas vaksin dalam mencegah dengue.
“Sebanyak 1.000 responden dari Indonesia akan mengikuti seleksi ketat dengan persetujuan dari orang tua dan pemantauan medis berkelanjutan.” Jelas Dr. Mulya Rahma Karyanti selaku peneliti utama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siaran Pers MSD