Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 11:05 WIB

7 Puisi Singkat tentang Bencana Alam, Sebuah Renungan Sunyi di Penghujung Tahun

7 Puisi Singkat tentang Bencana Alam, Sebuah Renungan Sunyi di Penghujung TahunIlustrasi Puisi Singkat tentang Bencana Alam. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Desember sering identik dengan hujan, dingin, dan penutup tahun. Tapi di balik suasana reflektif itu, alam kadang menunjukkan wajah lain. 

Banjir datang tanpa permisi, angin kencang menyapu atap, tanah longsor turun bersama hujan yang tak berhenti.

Puisi-puisi singkat ini lahir dari peristiwa yang sering terjadi di akhir tahun, sebagai pengingat bahwa alam juga sedang bicara, dengan caranya sendiri.

Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Akhir Tahun yang Menyentuh Hati

7 Puisi Singkat tentang Bencana Alam

7 Puisi Singkat tentang Bencana Alam, Sebuah Renungan Sunyi di Penghujung TahunIlustrasi Puisi Singkat tentang Bencana Alam. (Foto: Freepik @Freepik)

1. Hujan yang Tak Lagi Ramah

Hujan turun tanpa jeda
jalan berubah jadi sungai
rumah-rumah menahan air
sementara doa melayang
mencari tempat paling tinggi

2. Angin Desember

Angin datang malam-malam
membawa suara atap terlepas
pohon-pohon tumbang satu per satu
seolah alam ingin berkata
aku sedang lelah

3. Tanah yang Ikut Bergerak

Bukit runtuh perlahan
mengubur sunyi dan harapan
tanah yang dulu dipijak
kini ikut pergi
meninggalkan duka panjang

Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Desember yang Bikin Hati Adem Jelang Akhir Tahun

7 Puisi Singkat tentang Bencana Alam, Sebuah Renungan Sunyi di Penghujung TahunIlustrasi Puisi Singkat tentang Bencana Alam. (Foto: Freepik @Freepik)

4. Air yang Meluap

Sungai tak sanggup lagi menahan cerita
airnya naik, masuk ke ruang keluarga
foto-foto basah
kenangan hanyut
bersama kalender yang hampir habis

5. Api di Musim Hujan

Tak selalu panas yang membawa api
kadang listrik dan kelalaian
membakar sisa-sisa rumah
di tengah hujan
yang tak sempat menyelamatkan

6. Gempa di Ujung Tahun

Tanah bergetar sekejap
cukup untuk mengingatkan
bahwa hidup rapuh
dan rencana tahun depan
bisa runtuh dalam hitungan detik

7. Desember yang Mengajarkan Bertahan

Di antara reruntuhan
orang-orang tetap saling membantu
membagi selimut dan makanan
karena di akhir tahun
yang tersisa hanyalah sesama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ide Penulis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

7 Puisi Singkat tentang Bencana Alam, Sebuah Renungan Sunyi di Penghujung Tahun

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!