Contoh Surat Resign (Photo/Freepik/shisuka)
INDOZONE.ID - Zaman now banyak orang berpikir untuk resign tanpa punya pekerjaan baru terlebih dulu. Ada yang menganggapnya keputusan berani, ada juga yang menilai berbahaya dan tidak masuk akal. Tapi sebenarnya, resign tanpa back up kerja itu wajar atau tidak? Dan kalau berisiko, seberapa besar bahayanya?
Dalam artikel ini, kita akan membahas semuanya, mulai dari risiko, alasan orang resign tanpa pekerjaan lain, hingga cara menilai apakah keputusan tersebut tepat untuk kamu.
Pertama, kita perlu memahami alasan seseorang memutuskan resign tanpa back up pekerjaan. Ternyata, ini bukan sekadar karena ingin bebas. Ada sejumlah alasan serius di balik keputusan tersebut:
Ketika lingkungan kerja sudah membuat kesehatan mental menurun, fisik terganggu, atau terasa seperti berada dalam hubungan toxic, banyak orang memilih keluar lebih dulu baru memikirkan langkah selanjutnya. Jika pekerjaan membuat kamu burnout terus-menerus, resign bisa menjadi bentuk self-care.
Ada kalanya pekerjaan menguras tenaga dan pikiran. Beberapa orang memilih resign agar bisa beristirahat, memfokuskan ulang tujuan, atau menjalani hal lain sebelum masuk ke pekerjaan baru.
Tidak semua yang resign tanpa back up bertindak nekat. Sebagian orang sudah merencanakan untuk fokus mengembangkan usaha, freelance, atau mengejar passion yang telah dipikirkan jauh-jauh hari.
Baca juga: Punya Bos Toxic di Kantor, Pilih Resign atau Bertahan? Ini Jawabannya!
Meski ada yang merasa lebih bahagia setelah resign, keputusan ini tetap memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan:
Tanpa gaji rutin, kamu harus mengandalkan tabungan, side hustle, atau bantuan keluarga. Jika tabungan terbatas, stres finansial bisa meningkat.
Perusahaan sering kali lebih nyaman merekrut kandidat yang masih aktif bekerja. Berhenti tanpa back up bisa memunculkan pertanyaan saat interview, seperti alasan berhenti sebelum mendapat pekerjaan baru.
Saat berstatus pengangguran, peluang mendapatkan tawaran gaji lebih rendah bisa lebih besar karena posisi tawar yang menurun.
Resign tanpa rencana yang jelas berpotensi memengaruhi hubungan profesional dan jaringan kerja di masa depan.
Ilustrasi resign dari pekerjaan. (freepik/pressphoto)
Resign tanpa back up kerja tidak selalu berisiko besar jika dilakukan dengan persiapan matang:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Forbes.com, Findmyprofession.com