Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 05 JANUARI 2026 • 18:30 WIB

Kenapa Kamu Makan Saat Stres? Cara Mengenali dan Menghentikan Emotional Eating

Kenapa Kamu Makan Saat Stres? Cara Mengenali dan Menghentikan Emotional EatingIlustrasi wanita makan manis. (freepik)

INDOZONE.ID - Pada dasarnya, makan berfungsi untuk mengisi energi tubuh. Namun, dalam realitas sehari-hari, makanan kerap mengambil peran lain. Ia hadir sebagai penghibur saat pikiran lelah, penenang ketika stres menumpuk, atau hadiah kecil setelah melewati hari yang melelahkan. Tanpa disadari, pilihan kita pun cenderung jatuh pada makanan manis, gurih, dan tinggi rasa nyaman, bukan pada nutrisi yang benar-benar dibutuhkan tubuh.

Kondisi inilah yang dikenal sebagai emotional eating. Makan terjadi bukan karena rasa lapar, melainkan karena dorongan emosi. Saat perasaan sedih, bosan, tertekan, atau kesepian muncul, makanan terasa seperti solusi tercepat. Sayangnya, rasa tenang yang datang hanya sesaat. Setelahnya, emosi tetap ada, sering kali disertai rasa bersalah karena makan berlebihan.

Kebiasaan yang Sering Tidak Disadari

Emotional eating kerap terlihat “normal” sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Misalnya, keinginan makan yang meningkat saat stres, tetap menyantap makanan meski perut tidak lapar, atau menjadikan camilan sebagai teman saat suasana hati sedang buruk. Ada pula momen ketika sulit berhenti makan jenis makanan tertentu, lalu muncul penyesalan setelahnya.

Jika situasi-situasi ini terasa akrab, bisa jadi makanan sudah lebih sering berfungsi sebagai penenang emosi dibandingkan pemenuh kebutuhan tubuh.

Baca juga: Kenapa Setelah Makan Asin Selalu Pengen yang Manis? Ini Alasannya Menurut Ahli

Mengapa Pola Ini Mudah Terulang

Sesekali makan untuk menghibur diri bukan masalah besar. Namun, ketika setiap emosi negatif selalu dihadapi dengan makanan, pola berulang pun terbentuk. Emosi muncul, makan jadi pelarian, rasa lega datang sebentar, lalu menghilang. Setelah itu, rasa bersalah dan penilaian keras pada diri sendiri muncul.

Tanpa disadari, tubuh dan pikiran tidak belajar cara lain yang lebih sehat untuk mengelola emosi. Akibatnya, berat badan sulit dikontrol dan hubungan dengan makanan menjadi tidak seimbang. Kabar baiknya, pola ini bisa diubah dan semuanya dimulai dari kesadaran.

Mengenali Lapar Emosional dan Lapar Fisik

Kenapa Kamu Makan Saat Stres? Cara Mengenali dan Menghentikan Emotional EatingMenahan Lapar (Freepik/Jcomp)

Membedakan keduanya adalah kunci penting. Lapar fisik biasanya datang perlahan, bisa ditunda, dan kita lebih terbuka dengan berbagai pilihan makanan. Sebaliknya, lapar emosional muncul tiba-tiba, terasa mendesak, dan sering kali mengarah pada makanan tertentu yang memberi rasa nyaman.

Saat lapar emosional, makan sering dilakukan tanpa sadar dan sulit berhenti meski sudah kenyang. Tanda lainnya cukup jelas: dorongan makan terasa “ramai” di pikiran, bukan di perut, dan setelah makan muncul rasa bersalah.

Apa yang Sering Menjadi Pemicu?

Hampir selalu ada pemicu di balik emotional eating. Stres berkepanjangan dapat memicu hormon yang meningkatkan keinginan pada makanan manis dan berlemak. Ada pula kebiasaan memendam emosi, makanan dijadikan penenang alih-alih mengekspresikan perasaan.

Rasa bosan, hampa, hingga kebiasaan sejak kecil, seperti makanan sebagai hadiah atau penghibur juga bisa terbawa hingga dewasa. Faktor lingkungan dan pola keluarga turut memengaruhi cara kita makan, sering kali tanpa disadari.

Baca juga: Kenapa Saat Stress, Ingin Makan Makanan Manis?

Mulai Membangun Kesadaran Diri

Langkah awal yang sederhana namun berdampak adalah memperhatikan kaitan antara emosi dan keinginan makan. Saat dorongan itu muncul, coba berhenti sejenak dan tanyakan pada diri sendiri: apa yang sedang aku rasakan, dan apa yang sebenarnya aku butuhkan?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Helpguide.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kenapa Kamu Makan Saat Stres? Cara Mengenali dan Menghentikan Emotional Eating

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!