Ilustrasi wanita makan manis. (freepik)
INDOZONE.ID - Kamu pernah nggak habis ngemil keripik asin, terus tiba-tiba langsung kepikiran cokelat atau es krim? Nggak hanya kamu doang, fenomena craving manis setelah makan asin itu ternyata punya dasar ilmiah. Yuk bahas kenapa hal ini bisa terjadi dan apa kata para ahli.
Saat kamu makan makanan asin, tubuh kamu menyerap sodium (garam) yang bisa bikin cairan tubuh jadi terkonsentrasi. Nah, tubuh merespons dengan sinyal bahwa dia perlu mengikat air supaya konsentrasi garamnya nggak terlalu tinggi. Salah satu “jalan cepat” untuk membuat tubuh menyimpan cairan adalah lewat makanan atau minuman manis, karena gula bisa membantu tubuh mempertahankan kadar air.
Dengan begitu, craving manis yang muncul sesudah makan asin bisa jadi cara alami tubuh kamu untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan cairan.
Baca juga: Kenapa Saat Stress, Ingin Makan Makanan Manis?
Garam itu nggak cuma bikin makanan lebih enak, tapi juga “nge-boost” pusat reward di otak kamu dengan melepaskan dopamin, si neurotransmitter yang bikin kamu ngerasa puas dan senang.
Nah, setelah sensasi puas dari asin itu hilang, otak kadang nyari “ledakan reward” lagi. Buat banyak orang, gula atau rasa manis jadi jalan cepat buat nge-boost dopamin lagi. Makanya, habis makan yang asin, kamu sering tiba-tiba pengen yang manis sebagai “pelengkap” kenikmatan tadi.
Saat makan makanan asin, terutama kalau itu makanan tinggi lemak atau karbo, kadar gula darah bisa sedikit turun setelah dicerna. Tubuh kamu bisa merespons penurunan glukosa itu dengan craving sesuatu yang manis, supaya cepat mengembalikan energi.
Jadi, “ingin manis” bukan cuma soal selera, tapi bisa jadi kebutuhan biokimia saat tubuh butuh glukosa.
Satu teori menarik dari ahli nutrisi: setelah kamu makan rasa asin, lidah kamu mungkin “bosan” dengan sensasi itu. Maka otak mendorong kamu untuk makan rasa yang kontras, yaitu manis, supaya ada variasi sensasi rasa dan kepuasan.
Ini semacam cara tubuh untuk menjaga pengalaman makan tetap seimbang, asin dulu manis kemudian, supaya lidah dan otak kamu puas secara sensorik.
Selain faktor fisiologis, hormon juga ikut berperan besar. Saat kamu stres, tubuh memproduksi lebih banyak kortisol. Hormon ini bisa memicu keinginan makan makanan manis karena gula dianggap sebagai sumber energi cepat yang memberi rasa nyaman.
Selain itu, ketidakseimbangan hormon lain, misalnya hormon garam seperti aldosteron, bisa menimbulkan craving terhadap makanan asin. Akhirnya, pola ini bisa terus berulang: makan asin membuat kamu ingin manis, setelah itu mood sedikit naik, lalu siklus craving kembali muncul.
Kadang, craving manis setelah makan asin nggak selalu berarti kamu lapar. Bisa jadi itu tanda dehidrasi. Konsumsi garam yang tinggi bikin tubuh butuh lebih banyak cairan dan elektrolit, jadi rasa pengen manis bisa muncul sebagai sinyal tubuh minta “air plus elektrolit” sekaligus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline, Verywellhealth.com