Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 15 JANUARI 2026 • 17:40 WIB

Waspada Child Grooming, Berikut Karakteristik dan Cara Pendekatan oleh Pelaku

Waspada Child Grooming, Berikut Karakteristik dan Cara Pendekatan oleh PelakuIlustrasi trauma child grooming (Freepik)

INDOZONE.ID - Psikolog Klinis, Kasandra Putranto, menjelaskan karakteristik dan pola pendekatan para pelaku child grooming.

Menurutnya, child grooming adalah proses manipulasi untuk anak menjadi korban pelecehan seksual. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dan mengenali pelaku child grooming sedari awal, agar bisa mengidentifikasi sebelum kejadian.

“Karakteristik pelaku child grooming seperti sering kali sangat terampil dalam manipulasi emosional, mampu membangun kepercayaan dan hubungan yang kuat dengan anak dan orang dewasa di sekitarnya,” tutur Kasandra, dikutip ANTARA.

Baca juga: Aksi Ibu Ini Abadikan Anak Sulungnya Rapikan Keranjang Kakek Tua yang Jatuh, Bikin Haru

Karakteristik Pelaku Child Grooming

Secara umum, pelaku child grooming akan menunjukkan rasa empati dan perhatian yang berlebihan hingga menciptakan kesan bahwa mereka peduli.

Pelaku biasanya memiliki kemampuan sosial yang baik, mudah bergaul atau berteman, serta mengikuti kegiatan yang disukai oleh anak-anak.

“Pelaku sering kali berusaha menyembunyikan niat jahat mereka, menggunakan berbagai cara untuk menjaga agar tindakan mereka tidak terdeteksi. Beberapa pelaku mungkin memiliki riwayat pelecehan seksual atau perilaku menyimpang di masa lalu,” kata dia.

Kasandra juga menyampaikan, ada beberapa pihak yang berpotensi jadi pelaku, mulai dari anggota keluarga, teman, guru, pelatih, atau orang dewasa lain yang punya akses ke anak tersebut.

Pada beberapa kasus, ada juga individu yang menyalahgunakan posisi pekerja untuk melakukan child grooming, seperti konselor.

Baca juga: Cinta Bukan Mengatur: Cara Dewasa Mencintai dan Mendukung Orang Lain

Pendekatan Para Pelaku Child Grooming

Selain karakteristik, ada juga cara pendekatan yang dilakukan pelaku, seperti menghabiskan waktu bersama, menciptakan ikatan kuat, hingga membangun kepercayaan.

Pelaku seringkali memberikan perhatian berlebihan, yang akhirnya membuat anak tersebut merasa istimewa dan dapat perhatian. Mereka menggunakan teknik manipulasi, seperti gaslighting. Cara ini membuat anak-anak ragu dengan diri sendiri dan membuatnya mudah dikendalikan.

“Proses child grooming dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa tahun, tergantung pada strategi pelaku dan seberapa cepat mereka dapat membangun kepercayaan dengan anak. Pelaku sering kali meluangkan waktu untuk menciptakan hubungan yang kuat sebelum melakukan eksploitasi,” jelas Kasandra.

Baca juga: Depresi dan Ingin Menyakiti Diri Sendiri? 15 Cara Lebih Baik untuk Mengatasi Rasa Sakit Emosional

Selanjutnya, banyak pelaku child grooming menggunakan media online untuk melakukan aksinya. Hal ini karena aksesnya yang mudah, cepat, dan bisa anonim. Korban dengan masalah emosional lebih mudah dan cepat terpengaruh.

“Jika anak memiliki dukungan sosial yang kuat, proses grooming mungkin memakan waktu lebih lama karena adanya pengawasan dari orang tua atau teman. Anak menunjukkan ketidaknyamanan atau menolak pendekatan pelaku, proses grooming bisa terhenti lebih cepat,” jelas dia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Waspada Child Grooming, Berikut Karakteristik dan Cara Pendekatan oleh Pelaku

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!