Ilustrasi malam Isra Miraj. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Malam 27 Rajab 1447 Hijriah akan bertepatan dengan Jumat malam, 16 Januari 2026.
Setiap tahunnya, malam 27 Rajab menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang satu peristiwa besar yang selalu mengundang rasa takjub, yakni Isra’ Mi’raj.
Peristiwa inilah yang menjadi titik awal diwajibkannya salat lima waktu, sekaligus menandai salah satu mukjizat paling luar biasa dalam sejarah kenabian.
Dalam satu malam, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha.
Jika dinalar secara logika, kisah ini melampaui batas akal sehat sehari-hari.
Baca juga: Kenapa Kita Bisa Bermimpi Saat Tidur? Ini Penjelasan dari Sisi Ilmu Pengetahuan
Bagaimana mungkin seorang manusia menempuh perjalanan sejauh itu dalam waktu yang begitu singkat.
Namun, justru di situlah letak keistimewaannya.
Isra’ Mi’raj selalu menempatkan manusia di hadapan keterbatasan nalar, sekaligus mengajak untuk merenung lebih dalam tentang makna iman dan kekuasaan Tuhan.
Menariknya, perkembangan sains modern justru membuat kisah Isra’ Mi’raj terasa semakin menggetarkan.
Sejumlah temuan dan teori ilmiah membuka ruang refleksi baru tentang ruang, waktu, dan kemungkinan-kemungkinan yang selama ini berada di luar jangkauan pemahaman manusia.
Baca juga: Kenapa Kita Bisa Bermimpi Saat Tidur? Ini Penjelasan dari Sisi Ilmu Pengetahuan
Banyak orang kerap menyebut Isra’ Mi’raj seolah keduanya adalah satu peristiwa dengan makna yang sama.
Padahal, Isra’ dan Mi’raj memiliki pengertian yang berbeda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Momentum: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Keagamaan