INDOZONE.ID - Selama ini, tidur sering dianggap cuma soal mengisi ulang tenaga. Padahal, waktu istirahat punya peran besar dalam menentukan apakah kulitmu tetap segar atau justru cepat menua. Istilah beauty sleep bukan sekadar mitos turun-temurun—ilmu pengetahuan membuktikan bahwa kualitas tidur sangat berpengaruh pada regenerasi kulit, pembentukan kolagen, hingga munculnya tanda penuaan dini.
Di tengah banyaknya klaim dan info simpang siur soal skincare, penting untuk tahu apa yang benar-benar terjadi pada kulit saat kita terlelap. Yuk, bedah fakta di balik tidur dan penuaan kulit!
Baca juga: Hati-hati! Kurang Tidur Bisa Memicu Penyakit Jantung, Ini Penjelasannya
Kulit Masuk Mode Perbaikan
Saat tubuh memasuki tidur nyenyak, fokus utama beralih ke proses pemulihan. Sel-sel kulit bekerja lebih aktif mengganti jaringan yang rusak akibat sinar matahari, polusi, dan stres harian. Inilah momen emas bagi kulit untuk kembali kenyal dan tampak segar.
Kolagen Diproduksi Lebih Maksimal
Kolagen berperan penting menjaga kulit tetap kencang dan halus. Menariknya, produksi kolagen alami meningkat pada malam hari. Jika waktu tidur terus dikorbankan, proses ini ikut terganggu dan membuat garis halus lebih cepat muncul.
Jam Biologis Kulit Ikut Bekerja
Kulit punya ritme alami. Di malam hari, tugas utamanya menyerap kelembapan dan nutrisi. Sebaliknya, siang hari kulit fokus melindungi diri dari paparan luar. Pola tidur yang berantakan bisa mengacaukan ritme ini dan mempercepat tanda-tanda penuaan.
Memperlambat penuaan kulit. (freepik.com)
Mitos: Beauty sleep cuma trik marketing
Fakta: Penelitian menunjukkan orang yang tidur berkualitas sekitar 7–9 jam cenderung punya kulit lebih sehat dan bercahaya dibanding mereka yang sering begadang.
Mitos: Kurang tidur bisa ditebus saat weekend
Fakta: Dampak kurang tidur bersifat menumpuk. Tidur lama sesekali tidak sepenuhnya memperbaiki efek buruk begadang yang sudah terjadi.
Mitos: Posisi tidur nggak ngaruh ke keriput
Fakta: Tekanan berulang saat tidur miring atau tengkurap bisa membentuk garis di wajah. Posisi telentang dinilai paling minim risiko untuk kulit.
Mitos: Urusan tidur dan kulit cuma penting di usia tertentu
Fakta: Efek kurang tidur bisa muncul sejak usia 20-an, mulai dari kulit kusam sampai garis halus yang datang lebih cepat.
Mitos: Skincare malam nggak perlu kalau sudah tidur cukup
Fakta: Tidur membantu proses alami kulit, tapi perawatan malam yang tepat justru memperkuat hasil regenerasi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Drtheva.com.au