Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 16:10 WIB

Cara Jitu Terapkan Rekayasa Teknologi P5 untuk Siswa Kreatif

Cara Jitu Terapkan Rekayasa Teknologi P5 untuk Siswa Kreatifmurid di sekolah (istock @Rani Nurlaela Desandi)

INDOZONE.ID - Di era digital yang berkembang pesat, pendidikan tidak lagi hanya soal menghafal rumus atau teori di dalam kelas.

Pemerintah, melalui Kemendikbudristek telah meluncurkan terobosan besar melalui Kurikulum Merdeka, salah satunya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Di antara berbagai tema yang ditawarkan, Rekayasa Teknologi P5 menjadi salah satu primadona yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Artikel ini akan membedah secara mendalam, apa itu rekayasa teknologi dalam konteks P5, mengapa hal ini penting, hingga contoh implementasinya yang inspiratif di berbagai jenjang sekolah.

Apa Itu Rekayasa Teknologi P5?

Secara terminologi, rekayasa teknologi adalah penerapan ilmu pengetahuan untuk merancang, membangun, dan memelihara struktur, mesin, perangkat, atau sistem.

Namun, dalam konteks Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), maknanya jauh lebih dalam dari sekadar membuat alat.

Rekayasa Teknologi P5 adalah, proses pembelajaran berbasis proyek yang melatih peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam menciptakan solusi teknis atas permasalahan nyata di lingkungan sekitar.

Di sini, teknologi tidak dilihat sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana (tool) untuk memperkuat karakter pelajar yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Baca juga: Contoh Proposal Kegiatan: Struktur, Isi, dan Format untuk Sekolah, Kampus, dan Organisasi

Melalui tema ini, siswa tidak hanya diajarkan menjadi pengguna (user), tetapi didorong menjadi pencipta (creator) yang bertanggung jawab secara moral dan sosial.

Latar Belakang Penerapan: Mengapa Harus Sekarang?

Dunia pendidikan kita sedang menghadapi tantangan ganda. Di satu sisi, ada tuntutan revolusi industri 4.0 yang mengharuskan literasi teknologi tinggi.

Di sisi lain, kita menghadapi krisis karakter seperti maraknya perundungan (bullying), intoleransi, dan memudarnya semangat gotong royong.

Data dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa kecerdasan akademik saja tidak cukup menjamin kesuksesan seorang individu di masyarakat.

Oleh karena itu, Rekayasa Teknologi P5 hadir untuk menjembatani celah tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Telkomuniversity.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cara Jitu Terapkan Rekayasa Teknologi P5 untuk Siswa Kreatif

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!