Ilustrasi ilmu menurut islam. (Sumber: Freepik)
INDOZONE.ID - Ilmu bukan cuma soal gelar atau kepintaran di atas kertas. Dalam Islam, pengetahuan adalah fondasi hidup yang menentukan arah seseorang, baik di dunia maupun akhirat. Sejak wahyu pertama turun dengan perintah iqra’ (bacalah), Islam sudah menegaskan satu hal penting: belajar itu bukan pilihan, tetapi kewajiban untuk semua Muslim, tanpa pengecualian.
Prinsip ini sejalan dengan ungkapan populer knowledge is power. Bedanya, dalam Islam, ilmu bukan sekadar alat untuk meraih kesuksesan duniawi, tetapi juga jalan menuju kemuliaan dan pembebasan manusia dari kebodohan serta ketidakadilan. Laki-laki, perempuan, muda, tua semuanya punya tanggung jawab yang sama untuk terus belajar.
Sejarah mencatat, kejayaan Islam tak lepas dari kuatnya budaya menuntut ilmu. Di masa Keemasan Islam, lahir tokoh-tokoh besar seperti Ibnu Sina di bidang kedokteran, Al-Khawarizmi dalam matematika, Al-Jazari dengan teknologi mekaniknya, hingga Ibnu Battuta yang menjelajah dunia dan memetakan peradaban.
Yang menarik, karya-karya mereka tidak hanya bermanfaat bagi umat Islam, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan global. Ini membuktikan bahwa Islam sejak awal mendorong umatnya untuk berpikir maju dan berkontribusi bagi dunia.
Baca juga: Istiqomah dalam Islam: Arti, Jenis, dan Langkah Menjaganya
Al-Qur’an secara jelas menyebut bahwa orang-orang berilmu memiliki kedudukan yang lebih tinggi. Ilmu membuat manusia mampu bersikap bijak, memahami realitas hidup, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil. Tak heran jika Islam sangat menekankan aktivitas membaca, berpikir, dan merenung.
Al-Qur’an secara jelas menjelaskan bahwa ilmu adalah sebab diangkatnya derajat seorang hamba. Allah SWT berfirman:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Ayat ini menegaskan bahwa keimanan dan ilmu berjalan beriringan. Orang berilmu tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kedalaman pemahaman yang membimbingnya dalam bersikap dan bertindak. Dengan ilmu, seseorang mampu membedakan kebenaran dari kebodohan dan menjalani hidup dengan lebih bijak. Rasulullah SAW bersabda:
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)
Di era digital seperti sekarang, tantangan justru datang dari distraksi teknologi. Informasi bertebaran, tetapi belum tentu membawa pemahaman. Di sinilah pentingnya ilmu, terutama ilmu agama agar umat mampu menyaring informasi dan bersikap dewasa menghadapi perubahan zaman.
Baca juga: 10 Tanda Akhlak Mulia dalam Islam yang Sering Kita Abaikan
Dalam ajaran Islam, kewajiban menuntut ilmu terbagi menjadi dua.
Menuntut ilmu dalam Islam bukan proyek jangka pendek, tetapi perjalanan panjang seumur hidup. Dengan ilmu, seorang Muslim tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan memberi manfaat nyata bagi sesama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Simplyislam.academy