Ilustrasi membaca sayyidul istighfar (photo/pexels/@michael-burrows)
INDOZONE.ID - Setiap manusia pasti pernah salah. Entah itu dosa besar atau kecil, disengaja atau tidak.
Ironisnya, kita sering lebih sibuk menilai kekeliruan orang lain, sementara lupa bahwa diri sendiri pun tak luput dari noda dosa.
Padahal, yang paling kita butuhkan bukan pembelaan diri, melainkan ampunan dari Allah.
Dalam Islam, salah satu amalan paling sederhana namun memiliki dampak luar biasa adalah istighfar.
Bukan sekadar rutinitas lisan, tetapi bentuk kesadaran bahwa manusia adalah hamba yang lemah dan sangat membutuhkan rahmat-Nya.
Baca juga: Kesimpulan adalah: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, serta Contohnya
Rasulullah SAW mengajarkan lafaz istighfar yang ringkas namun penuh makna:
“Astaghfirullāhal-‘Aẓīm, alladzī lā ilāha illā Huwal-Ḥayyul-Qayyūm, wa atūbu ilaih.”
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
Kalimat ini bukan hanya pengakuan dosa, tetapi juga penguatan tauhid dan komitmen untuk kembali kepada Allah.
Mengakui kesalahan dengan jujur jauh lebih menenangkan hati daripada sibuk membandingkan dosa diri sendiri dengan dosa orang lain — karena perbandingan tak pernah menyucikan jiwa.
Baca juga: Pengertian Apresiasi Adalah: Makna, Tahapan, Tujuan, dan Fungsinya Secara Lengkap
Keutamaan istighfar ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau bersabda:
“Barang siapa membiasakan istighfar, Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesempitan, menghilangkan setiap kesedihan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Duasrevival.com