ilustrasi gosip atasan di kantor (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih, habis rapat kantor yang terasa nggak ada ujungnya, kamu langsung mengeluh soal atasan ke teman kantor?
Entah itu lewat bisik-bisik singkat di lorong, curhat di chat pribadi, atau obrolan di grup kecil yang isinya emoji kesal semua, situasi seperti ini rasanya manusiawi banget.
Meski sering dicap sebagai kebiasaan buruk di kantor, ternyata cerita-cerita kecil soal bos nggak selalu berujung negatif.
Ada sisi tak terduga yang justru bisa membawa dampak baik, dan beikut ini penjelasannya.
Selama ini, kebiasaan membicarakan bos di belakang sering dicap sebagai perilaku toxic di tempat kerja.
Namun, penelitian terbaru dari Journal of Business Ethics menunjukkan kalau kenyataannya nggak sesederhana itu.
Rebecca Greenbaum dari Rutgers bersama tim peneliti dari Utah State University dan Southern Methodist University meneliti ratusan pekerja kantor selama beberapa hari.
Baca juga: Jadi Target Gosip Jahat? Ini 8 Cara Hadapinya Tanpa Drama!
Mereka diminta melaporkan kapan bergosip tentang atasan dan bagaimana perasaan mereka setelahnya.
Hasilnya sangat menarik, karena hampir semua orang pernah melakukannya, meskipun dalam hati.
Dan yang lebih menarik lagi, gosip ini memunculkan perasaan yang campur aduk, yaitu lega karena bisa curhat, tapi juga dihantui rasa bersalah.
Setelah bergosip, banyak karyawan ternyata jadi canggung saat harus berhadapan dengan atasan.
Ada rasa malu, takut ketahuan, atau sekadar merasa nggak enak hati yang akhirnya membuat mereka memilih menjaga jarak.
Dampaknya, hubungan kerja antar atasan bisa terasa kurang nyaman dan produktivitas pun berisiko terganggu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rutgers.edu