Ilustrasi cara menghadapi saat jadi korban gosip (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah merasa sikap orang-orang ke kamu tiba-tiba berubah, padahal kamu merasa nggak melakukan apa-apa?
Obrolan jadi terasa canggung, tatapan aneh, atau kamu dengar kabar yang bikin hati nggak enak. Bisa jadi, kamu lagi jadi target gosip jahat. Parahnya lagi, ceritanya nggak sesuai kenyataan.
Jadi bahan gosip itu capek secara mental. Mau klarifikasi takut makin panjang, tapi kalau diam aja rasanya makin tertekan.
Gosip bisa muncul di mana aja, mulai dari lingkungan pertemanan, keluarga, komunitas, bahkan dunia online. Di sini, kita bakal bahas 8 hal yang bisa kamu lakukan kalau jadi target gosip jahat. Yuk, cek sekarang!
Ilustrasi orang sedang bergosip (Unsplash/@benwhitephotography)Salah satu cara menghadapi gosip buruk adalah tenangkan emosi dulu. Kamu nggak selalu bisa mengontrol situasi, tapi kamu bisa ngontrol reaksi kamu.
Wajar banget kalau gosip bikin kamu marah, cemas, takut, atau merasa nggak adil. Kalau dibiarkan, emosi ini bisa bikin kamu kehilangan motivasi dan makin stres.
Cari cara menenangkan diri yang cocok buat kamu adalah tarik nafas, olahraga, jalan santai, meditasi, atau sekadar cuti sejenak dari kerjaan. Setelah lebih tenang, kamu bakal mikir lebih jernih.
Baca juga: Stop Overthinking dan Overwhelmed ke Pasangan! 4 Kebiasaan Ini Justru Sering Bikin Hubungan Rusak
Karena situasinya terasa nggak adil, orang sering merasa nggak punya kuasa. Biasanya reaksinya cuma dua, mau melawan atau malah shut down. Entah marah, malu, atau down.
Di titik ini, coba tanya ke diri sendiri, apa arti menang buat kamu sekarang? Apakah harus membuktikan orang salah? Atau cukup balik merasa percaya diri dan pegang kendali atas diri sendiri?
Saat emosi negatif lagi tinggi, sudut pandang kita menyempit. Jadi, ambil jarak dulu biar bisa mikir lebih sehat.
Baca juga: 'Anxiety Dream', Mimpi Buruk Akibat Stres yang Diam-diam Rusak Kualitas Tidur
Di situasi kayak gini, kamu bisa ngerasa sendirian dan terjebak. Akan tetapi, rasa welas asih ke diri sendiri dan memaafkan, justru bisa jadi senjata yang kuat.
Riset menunjukkan, orang yang paling diuntungkan dari memaafkan itu ya diri kita sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychology Today