INDOZONE.ID - Bagi para pencari kerja, mendapat panggilan untuk mengikuti tahap seleksi psikotes adalah sebuah kabar gembira sekaligus momen yang menegangkan. Tahapan ini sering kali menjadi momok karena dianggap sebagai penentu utama apakah seorang kandidat layak bergabung dengan perusahaan atau tidak.
Secara garis besar, tes psikologi atau psikotes berbeda dengan tes IQ biasa. Tes IQ bertujuan untuk mengukur tingkat kecerdasan kognitif seseorang dan mengelompokkannya ke dalam tahap tertentu (seperti average, superior, hingga genius). Sementara itu, psikotes dalam dunia kerja digunakan oleh psikolog atau HRD untuk memberikan laporan komprehensif mengenai profil kandidat apakah kepribadian, ketahanan kerja, dan bakatnya sesuai dengan posisi yang dilamar.
Agar persiapan Anda semakin matang dan tidak kaget saat hari-H, penting untuk memahami berbagai jenis soal psikotes yang umum diujikan. Berikut adalah rangkuman lengkapnya.
Sebelum membahas jenis soalnya, Anda perlu memahami mengapa perusahaan repot-repot mengadakan tahapan ini. Penentu diterima atau tidaknya seorang calon karyawan biasanya didasarkan pada penilaian menyeluruh, mulai dari latar belakang pendidikan, pengalaman, wawancara, hingga hasil psikotes.
Fungsi utama psikotes bagi perusahaan antara lain:
Dengan kata lain, psikotes membantu perusahaan memprediksi apakah karier karyawan tersebut dapat berkembang jauh di lingkungan kerja yang ada.
Terdapat berbagai macam instrumen tes yang digunakan oleh perusahaan. Berikut adalah 10 jenis soal psikotes yang paling populer:
Tes ini terdiri atas deret angka. Tujuan utamanya adalah mengukur kemampuan analisis Anda dalam memahami pola-pola tertentu, untuk kemudian memprediksikan angka selanjutnya. Pola yang digunakan bisa berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, persentase, hingga pecahan.
Jangan hanya terpaku pada 2-3 angka pertama. Cobalah melihat pola secara melompat (misal: angka ke-1 berhubungan dengan angka ke-3, angka ke-2 dengan ke-4). Jika ada satu soal yang terlalu sulit, segera lewati agar waktu Anda tidak habis.
Contoh soal tes logika penalaran
Jika aritmatika menggunakan angka, tes logika penalaran menggunakan deret gambar dua dimensi atau tiga dimensi. Kemampuan spasial dan kejelian Anda dalam memahami pola perubahan gambar akan diukur secara ketat dalam tes ini.
Fokuslah pada satu elemen kecil terlebih dahulu, misalnya pergerakan titik hitam atau garis miring di dalam kotak. Perhatikan apakah polanya berputar searah jarum jam, berlawanan, atau merupakan pencerminan.
Tes analogi verbal umumnya terdiri dari sekitar 40 soal yang berisi padanan kata, sinonim, antonim, dan analogi. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan logika Anda terhadap sebuah kondisi, serta melihat sejauh mana Anda memahami hubungan sebab-akibat dari suatu permasalahan.
Untuk soal analogi kata, buatlah kalimat penghubung dari dua kata tersebut. Contoh: "HUTAN : POHON = ... : ...". Kalimat penghubungnya adalah "Hutan adalah tempat berkumpulnya banyak pohon". Terapkan kalimat yang sama pada pilihan ganda untuk mencari jawaban yang paling logis. Perbanyak juga membaca untuk memperkaya kosakata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber