ilustrasi kumpul keluarga saat lebaran (ai)
INDOZONE.ID - Lebaran selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan tentu saja makanan lezat yang menggoda selera.
Tanpa disadari, pola makan yang berubah selama beberapa hari, bahkan pekan, bisa berdampak pada kenaikan berat badan. Banyak orang yang kemudian merasa panik saat melihat angka timbangan meningkat setelah Lebaran.
Dengan mengatur pola makan, mengontrol kalori, serta menambahkan aktivitas fisik ringan, berat badan bisa kembali turun secara bertahap tanpa membuat tubuh tersiksa.
Baca juga: 18 Cara Mengatasi Kebiasaan Ngorok, dari Turunkan Berat Badan hingga Operasi
Ilustrasi menimbang berat badan. (FREEPIK)
Sebelum mulai menurunkan berat badan, penting untuk memahami dulu penyebab kenaikannya. Dengan begitu, kamu bisa mengambil langkah yang tepat dan tidak salah strategi.
Selama Lebaran, ada beberapa kebiasaan yang berubah secara signifikan. Pertama adalah jenis makanan yang dikonsumsi. Sebagian besar hidangan Lebaran mengandung santan, gula, dan lemak dalam jumlah tinggi. Makanan seperti ini memang lezat, tetapi juga tinggi kalori.
Kedua, frekuensi makan biasanya meningkat. Tradisi silaturahmi membuat kita makan berkali-kali dalam sehari, bahkan di luar jadwal makan utama. Belum lagi, kebiasaan mencicipi kue atau camilan setiap kali berkunjung ke rumah kerabat.
Ketiga, aktivitas fisik cenderung menurun. Waktu lebih banyak dihabiskan untuk duduk, berbincang, atau bepergian tanpa banyak bergerak. Hal ini menyebabkan kalori yang masuk tidak seimbang dengan kalori yang dibakar.
Akibatnya, tubuh menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak. Inilah yang menyebabkan berat badan naik.
Namun, penting untuk diingat bahwa kenaikan ini biasanya bersifat sementara dan bisa dikembalikan dengan pola hidup yang lebih sehat.
Baca juga: Studi Ungkap Strategi Paling Efektif Turunkan Berat Badan Setelah Menopause
Setelah Lebaran, banyak orang merasa perlu melakukan detoks untuk membersihkan tubuh. Namun, detoks yang dimaksud bukanlah diet ekstrem seperti hanya minum jus atau tidak makan sama sekali.
Detoks yang sehat adalah mengembalikan pola makan ke kondisi yang lebih seimbang dan alami. Tubuh sebenarnya sudah memiliki sistem detoksifikasi sendiri melalui hati dan ginjal. Tugas kita adalah membantu organ tersebut bekerja dengan optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Totalwellnesshealth.com