Ilustrasi ngorok atau mendengkur (hip2save)
INDOZONE.ID - Ngorok atau mendengkur saat tidur ternyata dialami banyak orang.
Data dari National Sleep Foundation menyebutkan, 90 juta orang dewasa di Amerika Serikat sesekali ngorok, dan 37 juta lainnya melakukannya secara rutin.
Meski umumnya tidak berbahaya, suara bising ini bisa mengganggu pasangan tidur dan kadang menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius.
Ngorok terjadi ketika udara bergetar di saluran pernapasan bagian atas saat seseorang tidur.
Penyebabnya beragam, mulai dari posisi tidur hingga kondisi medis tertentu.
Kabar baiknya, ada banyak cara yang bisa dicoba untuk menguranginya, mulai dari perubahan gaya hidup sederhana hingga prosedur medis.
Baca juga: Apresiasi adalah: Pengertian, Pandangan Para Ahli, serta Fungsi dan Tujuannya
Sebelum mempertimbangkan tindakan medis, ada baiknya mencoba tips sederhana berikut.
Cara-cara ini terbukti efektif membantu banyak orang.
Orang dengan kelebihan berat badan lebih berisiko mengalami ngorok.
Menjalani diet sehat terkontrol kalori dan berolahraga teratur adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan dan mengurangi tekanan pada saluran napas.
Baca juga: Tren Lari Meningkat, Kebutuhan Nutrisi Seimbang Jadi Kunci Performa
Tidur telentang membuat lidah dan langit-langit mulut lebih mudah jatuh ke belakang dan menyumbat jalan napas.
Tidur miring membantu aliran udara lebih lancar dan meredakan getaran penyebab suara dengkuran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medicalnewstoday.com