Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 10 APRIL 2026 • 12:15 WIB

Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Lengkap Idul Adha dan Cuti Bersamanya

Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Lengkap Idul Adha dan Cuti BersamanyaIlustrasi Idul Adha atau Lebaran Haji 2026 (Nano Banana)

INDOZONE.ID - Setelah Idul Fitri, banyak masyarakat mulai mencari tahu kapan jatuhnya Hari Raya Idul Adha atau yang sering disebut Lebaran Haji.

Selain untuk ibadah kurban, momen ini juga dimanfaatkan sebagai waktu libur bersama keluarga. Lalu, kapan tepatnya Idul Adha 2026 berlangsung?

Artikel ini akan membahas proyeksi tanggal Idul Adha 2026, potensi perbedaan penetapan, hingga rincian hari libur nasional dan cuti bersama berdasarkan kebijakan resmi.

Baca juga: Berkah Lebaran Haji! Pisau Buatan Warga Boyolali Banyak Dicari, Omzetnya Jutaan Sehari!

Proyeksi Jatuhnya Lebaran Haji 2026 (10 Dzulhijjah 1447 H)

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah dan konversi ke kalender Masehi, Hari Raya Idul Adha 1447 H diproyeksikan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Tanggal ini merupakan estimasi dari 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, yaitu puncak pelaksanaan ibadah haji sekaligus hari penyembelihan hewan kurban bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Namun, penting untuk diingat bahwa tanggal ini masih bersifat perkiraan dan bisa berubah tergantung hasil pengamatan hilal (bulan sabit).

Kapan Jadwal Sidang Isbat Penetapan Idul Adha 2026 oleh Kemenag?

Penetapan resmi Idul Adha di Indonesia dilakukan melalui sidang isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sidang ini biasanya dilaksanakan pada tanggal 29 29 Dzulqa’dah 1447 H yang diperkirakan jatuh sekitar pertengahan Mei 2026.

Dalam sidang ini, pemerintah akan mengkaji hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan), menggunakan data hisab (perhitungan astronomi), dan mendengarkan masukan dari berbagai organisasi Islam.

Hasil sidang isbat inilah yang menjadi acuan resmi penetapan hari libur nasional.

Potensi Kesamaan Jadwal Pemerintah, Muhammadiyah, NU

Di Indonesia, penetapan hari besar Islam terkadang bisa berbeda karena metode yang digunakan:

  • Muhammadiyah menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi)
  • Nahdlatul Ulama cenderung menggunakan metode rukyat (pengamatan hilal)
  • Pemerintah menggabungkan keduanya melalui sidang isbat

Sementara untuk tahun 2026, ada potensi besar terjadi kesamaan tanggal, karena posisi hilal diperkirakan sudah memenuhi kriteria visibilitas.

Namun, perbedaan 1 hari tetap mungkin terjadi jika hasil rukyat tidak sesuai prediksi hisab

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenag

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Lengkap Idul Adha dan Cuti Bersamanya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!