Ilustrasi Batuk Dahak Berdarah. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Banyak orang mengalami batuk dahak berdarah, kondisi yang bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari iritasi ringan hingga gangguan kesehatan yang lebih serius.
Meski tidak selalu berbahaya, dahak berdarah tetap tidak boleh dianggap sepele. Agar tidak salah langkah, penting untuk mengetahui penyebab serta kapan harus segera memeriksakan diri ke dokter.
Baca juga: Sakit Mata Merah Menular dari Tatapan, Mitos atau Fakta?
Dahak adalah lendir yang dihasilkan saluran pernapasan dan biasanya keluar saat batuk. Dahak berbeda dengan air liur karena berasal dari paru-paru atau saluran napas, bukan dari mulut.
Jika muncul darah pada dahak, kemungkinan ada gangguan, iritasi, atau luka pada sistem pernapasan.
Dahak berdarah bisa terjadi karena batuk terlalu keras, terutama saat lendir sulit keluar. Namun selain itu, ada beberapa kondisi medis lain yang juga bisa menjadi penyebab.
Baca juga: Nyeri Payudara saat Menyusui? Ini Cara Mudah Mengatasinya
Infeksi seperti pneumonia, bronkitis, atau tuberkulosis bisa menyebabkan peradangan dan luka pada saluran napas sehingga muncul darah saat batuk.
Batuk terus-menerus dengan tekanan kuat dapat melukai pembuluh darah kecil di tenggorokan atau saluran napas.
Kondisi ini terjadi ketika saluran napas mengalami kerusakan dan melebar, sehingga lebih rentan infeksi dan perdarahan.
Gangguan serius pada paru-paru seperti sumbatan pembuluh darah atau penumpukan cairan juga bisa menimbulkan dahak berdarah.
Pada beberapa kasus, dahak berdarah dapat menjadi salah satu gejala penyakit keganasan, terutama bila disertai penurunan berat badan atau batuk lama.
Penggunaan obat antikoagulan dapat meningkatkan risiko perdarahan, termasuk pada saluran pernapasan.
Pada anak-anak, masuknya benda asing ke saluran napas juga bisa memicu batuk dan dahak berdarah.
Baca juga: Cara Mengatasi Cantengan di Rumah, Biar Gak Makin Parah
Jika mengalami kondisi ini, sebaiknya segera periksa ke dokter agar penyebabnya diketahui dengan jelas.
Dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
Penanganan juga akan disesuaikan dengan penyebabnya. Jika karena infeksi bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik. Jika karena gangguan paru serius, akan dilakukan penanganan khusus dan jika karena iritasi ringan, dokter mungkin memberi obat sesuai gejala
Hindari minum obat sembarangan, obat herbal, atau terapi lain tanpa konsultasi medis terlebih dahulu.
Menjaga kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan sangat penting untuk mencegah kondisi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Alodokter