5 Tanda Pasangan Gaslighting hingga Diam-diam Memutarbalikkan Kesalahan.
INDOZONE.ID - Gaslighting bukan sekadar drama hubungan atau konflik biasa. Ini adalah bentuk manipulasi emosional yang bisa membuat seseorang meragukan pikirannya sendiri, ingatannya, bahkan jati dirinya. Yang bikin ngeri, banyak orang mengalaminya tanpa sadar.
Istilah “gaslighting” sendiri bukan hal baru. Kata ini berasal dari drama klasik berjudul “Gas Light” yang kemudian diadaptasi menjadi film Gaslight. Ceritanya tentang seorang suami yang secara perlahan membuat istrinya merasa “tidak waras” demi menguasai hidupnya.
Sejak itu, istilah ini makin dikenal luas, apalagi setelah diperkenalkan kembali oleh psikolog Robin Stern lewat bukunya The Gaslight Effect.
Gaslighting nggak selalu terlihat jelas. Justru sering dibungkus dengan kata-kata yang terdengar “peduli”. Tapi kalau kamu mulai sering merasa hal-hal ini, bisa jadi kamu sedang jadi korban:
Yang paling umum? Kamu jadi overthinking terus-menerus hanya karena ucapan mereka.
Baca juga: Waspada Gaslighting, Manipulasi Halus yang Bisa Terjadi di Hubungan
Gaslighting bukan hanya menimbulkan rasa kesal, tetapi juga bisa perlahan mengikis kesehatan mental seseorang. Korban sering kali tanpa sadar jadi terlalu sering meminta maaf, bahkan untuk hal-hal kecil, kehilangan rasa percaya diri, serta merasa cemas atau tegang setiap kali berada di dekat pelaku.
Di saat yang sama, muncul perasaan bahwa “ada yang salah” dalam dirinya, meski tidak tahu pasti apa penyebabnya. Seiring waktu, kondisi ini bisa membuat seseorang kehilangan jati diri hingga merasa putus asa atau mati rasa secara emosional. Yang lebih berbahaya, korban bisa mulai meyakini bahwa semua kesalahan yang terjadi memang sepenuhnya berasal dari dirinya sendiri.
Menurut para ahli, pelaku gaslighting biasanya punya kebutuhan kuat untuk mengontrol dan merasa benar.
Ketika mereka merasa posisinya terancam baik secara emosional, ego, atau kekuasaan, mereka akan berusaha membuat orang lain percaya pada versinya, bahkan jika itu berarti memutarbalikkan fakta.
Ada juga yang melakukannya karena ingin terlihat lebih “unggul”, meski sebenarnya argumen mereka lemah.
Ternyata gaslighting bisa muncul di berbagai situasi, misalnya:
Ilustrasi pasangan yang melakukan gaslighting. (Freepik).
Gaslighting biasanya berkembang secara bertahap:
Di tahap terakhir ini, banyak korban merasa kehilangan energi, arah hidup, dan kepercayaan diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com