Ilustrasi panggil pasangan dengan nama kasar. (Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang menganggap memanggil pasangan dengan sebutan tertentu itu hal sepele, bahkan sering dibungkus dengan label “cuma bercanda”. Tapi hati-hati, kebiasaan ini bisa jadi tanda hubungan yang tidak sehat.
Nyatanya, name calling atau memanggil pasangan dengan kata-kata atau sebutan kasar bukan sekadar candaan biasa. Kalau salah satu pihak merasa tidak nyaman, itu sudah masuk kategori menyakitkan, bahkan bisa mengarah ke kekerasan verbal.
Dalam hubungan yang sehat, rasa aman dan dihargai itu wajib. Jadi, kalau pasangan mulai sering melontarkan kata-kata yang merendahkan, ini bukan hal yang bisa dianggap remeh.
Name calling dalam hubungan nggak selalu terlihat “kasar banget”. Kadang justru muncul dalam bentuk yang lebih halus tapi tetap menyakitkan, seperti:
Awalnya mungkin terdengar ringan, tapi kalau terus diulang, dampaknya bisa serius.
Baca juga: Ragam Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Kekasih dan Pasangan, Lengkap dengan Artinya!
Di balik kebiasaan ini, biasanya ada masalah yang lebih dalam. Beberapa penyebab yang sering terjadi antara lain:
Apa pun alasannya, satu hal yang jelas: ini tetap tidak bisa dibenarkan.
Walaupun sering dibungkus dengan alasan “cuma bercanda”, kebiasaan name-calling bisa memberi dampak serius yang perlahan merusak hubungan. Kepercayaan mulai memudar, hubungan terasa tidak lagi nyaman dan aman, serta harga diri pasangan bisa ikut menurun. Seiring waktu, konflik pun jadi lebih sering terjadi, memicu rasa kesal hingga dendam yang terus menumpuk.
Jika dibiarkan, situasi ini bisa mengubah hubungan menjadi toxic dan pada akhirnya berujung pada perpisahan, bahkan perceraian.
Singkatnya, kata-kata bisa meninggalkan luka yang nggak kelihatan tapi dalam.
Baca juga: Malaysia Larang Panggilan 'Sayang' dan 'Dear' ke Rekan Kerja, Dianggap Pelecehan Seksual
Kalau kamu berada dalam situasi seperti ini, jangan diam saja. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Hubungan yang sehat bukan tentang siapa yang paling benar, tapi siapa yang bisa saling menghargai.
Kalau kata-kata sudah mulai melukai, itu tanda ada yang perlu diperbaiki bukan dibiarkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rula.com