Ilustrasi orang yang toxic. (freepik)
INDOZONE.ID - Dalam hubungan sosial — baik itu pertemanan, keluarga, atau percintaan — kita mungkin pernah berada di situasi membingungkan: dituduh sebagai “toxic”, padahal kita merasa tidak melakukan hal yang salah.
Jika ini sering terjadi, bisa jadi kamu sedang berhadapan dengan perilaku manipulatif yang dikenal dalam psikologi sebagai projection.
Memahami konsep ini penting, bukan hanya untuk menjaga hubungan tetap sehat, tapi juga untuk melindungi kesehatan mental diri sendiri.
Baca juga: Banyak yang Nggak Sadar, 4 Kebiasaan Ini Bikin Hubungan Jadi Toxic dan Hancur Perlahan
Projection adalah mekanisme pertahanan diri secara tidak sadar, di mana seseorang “memindahkan” perasaan, pikiran, atau kelemahan dalam dirinya ke orang lain.
Dalam konteks perilaku toxic, projection sering digunakan untuk:
Baca juga: Momen Siswa SMP Putus Sekolah Bantu Orang Tua Jualan, Perpisahan Teman Sekelas Bikin Haru
Artinya, ketika seseorang menuduh kamu memiliki sifat buruk tertentu, ada kemungkinan itu justru cerminan dari apa yang mereka rasakan tentang diri mereka sendiri.
Contoh sederhana:
Seseorang yang merasa tidak percaya diri bisa saja terus-menerus mengkritik orang lain agar terlihat lebih unggul.
Orang dengan perilaku toxic umumnya memiliki kesulitan dalam menghadapi emosi negatif seperti rasa malu, gagal, atau tidak cukup baik.
Daripada mengolah emosi tersebut secara sehat, mereka memilih “memindahkannya” ke orang lain.
Baca juga: Kenapa Lepas dari Hubungan Toxic Itu Susah? Ini 3 Cara Ampuh yang Bikin Kamu Terbebas
Ini bukan selalu dilakukan secara sadar. Namun dampaknya tetap nyata dan bisa merusak hubungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: