Ilustrasi silent treatment. (freepik)
INDOZONE.ID - Dalam hubungan, bertengkar itu wajar. Tapi, gimana kalau salah satu pihak tiba-tiba memilih “menghilang” secara emosional alias diam seribu bahasa? Banyak yang mengira ini cara paling aman biar nggak makin ribut. Padahal, efeknya bisa jauh lebih dalam dari yang dibayangkan.
Silent treatment bukan sekadar jeda sebentar buat menenangkan diri. Ini terjadi ketika komunikasi yang biasanya normal tiba-tiba berubah jadi dingin, minim interaksi, bahkan benar-benar tanpa respons dan berlangsung lebih lama dari sekadar “cooling down”.
Bentuknya bisa macam-macam: dari terang-terangan bilang, “aku nggak mau ngomong”, sampai cuek total atau sengaja mengabaikan chat dan pesan.
Sekilas terlihat seperti menghindari konflik, tapi sebenarnya ini bisa jadi bom waktu dalam hubungan.
Baca juga: 4 Bahaya Silent Treatment dalam Hubungan, Jangan Dianggap Sepele!
Didiamkan bukan cuma soal nggak diajak ngobrol. Lebih dari itu, ini menyentuh rasa keterhubungan dalam hubungan mulai dari kasih sayang, kedekatan, sampai rasa dihargai.
Orang yang menerima perlakuan ini akan merasa diabaikan, tidak penting, bingung harus berbuat apa, dan emosi serta perasaannya tidak dianggap.
Akibatnya? Bukannya mereda, konflik justru bisa makin panas dan berlarut-larut.
Jawabannya: bisa, tergantung niat dan pola perilakunya.
Kalau diam digunakan untuk “menghukum” pasangan atau mengontrol situasi, ini sudah masuk ke ranah kekerasan emosional. Bahkan, dalam beberapa kasus, dianggap sebagai bagian dari hubungan yang tidak sehat atau abusive.
Apalagi kalau pasangan dibuat “menunggu” tanpa kepastian, seolah-olah semuanya ada di tangan si pendiam. Ini bisa menciptakan ketimpangan kekuatan dalam hubungan.
Nggak semua silent treatment punya niat buruk.
Ada juga yang memilih diam karena overwhelmed secara emosional, nggak tahu harus ngomong apa, atau takut salah bicara dan memperkeruh keadaan.
Dalam kondisi ini, diam jadi semacam “mode bertahan” untuk memulihkan diri, bukan untuk menyakiti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Relationshipsnsw.org.au