Ilustrasi persahabatan yang toxic. (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih, habis nongkrong sama seseorang tapi bukannya happy, kamu malah capek, overthinking, bahkan jadi insecure?
Kalau iya, mungkin masalahnya bukan di kamu — tapi di pertemanan itu sendiri.
Teman seharusnya jadi tempat pulang saat dunia lagi berisik. Mereka bantu kamu merasa didengar, dihargai, dan nggak sendirian.
Bahkan, banyak penelitian bilang hubungan sosial yang sehat bisa bikin hidup lebih panjang dan menurunkan risiko gangguan mental seperti depresi, sampai masalah fisik seperti tekanan darah tinggi.
Baca juga: Studi: Tak Mau Ketinggalan Gol, 82% Penonton Bola Andalkan Pesan Makanan Online
Tapi sayangnya, nggak semua teman datang dengan niat baik. Ada yang hadir, tapi pelan-pelan “ngerusak” kamu dari dalam.
Toxic friendship bukan cuma soal berantem besar atau drama heboh. Justru yang paling bahaya adalah yang kelihatannya “biasa aja”, tapi efeknya bikin kamu lelah secara mental.
Alih-alih ngerasa didukung, kamu malah jadi sering ragu sama diri sendiri, merasa nggak cukup baik dan takut ngomong jujur karena takut di-judge.
Kalau tiap ketemu dia kamu harus “mengecilkan diri”, itu bukan pertemanan — itu tekanan.
Baca juga: Kenali Perbedaan Introvert dan Pemalu agar Tidak Salah Menilai
Salah satu tanda paling umum dari teman toxic adalah: hobi menjatuhkan kamu, tapi dibungkus candaan.
Awalnya mungkin kamu mikir, “Ah, dia emang orangnya gitu.” — tapi lama-lama, kalimat-kalimat seperti:
“Ih, kamu kok gitu sih?”
“Bercanda doang, baper banget”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline