Ilustrasi bertengkar dengan pasangan (Pixabayfizkes)
INDOZONE.ID - Dalam hubungan, debat kecil itu wajar. Bahkan bisa bikin hubungan makin kuat kalau masih sehat cara menyelesaikannya.
Tapi masalahnya jadi serius ketika pertengkaran berubah jadi rutinitas harian — kayak alarm yang nggak pernah berhenti bunyi.
Hubungan yang sehat itu mungkin punya konflik, tapi tetap ada rasa aman dan nyaman. Bukan tiap hari harus siap mental karena takut kejadian baru yang memicu perang dingin atau ledakan emosi.
Baca juga: Selalu Balas Argumen Saat Bertengkar? Kebiasaan Ini Justru Bisa Menghancurkan Hubungan Kamu
Kalau kamu mulai merasa:
Itu bukan sekadar “fase hubungan”, tapi sinyal bahwa ada yang tidak beres.
Masalah yang terus dibiarkan tanpa solusi bisa berubah jadi pola hubungan yang melelahkan. Apalagi kalau sudah mulai ada kata-kata yang merendahkan, menyakitkan, atau membuat kamu merasa tidak dihargai.
Baca juga: Mengenal Kesenian Tradisional Badud Pangandaran, Warisan Mistis yang Tetap Hidup
Lama-lama, hubungan bukan lagi tempat nyaman, tapi justru sumber stres emosional.
Coba jujur ke diri sendiri: “Apakah aku dan dia hampir selalu punya alasan baru untuk berdebat setiap hari?”
Kalau jawabannya iya, ini bukan hal yang bisa diabaikan. Karena hubungan yang terus diisi konflik tanpa arah jelas bisa menguras mental kamu perlahan-lahan.
Ini bagian yang paling sulit: masih cinta, tapi juga sudah lelah.
Baca juga: Hubungan Kamu Tidak Baik-Baik Saja? Satu Cara Simpel Ini Bisa Selamatkan Hubunganmu
Faktanya, cinta saja tidak cukup kalau yang tersisa hanya pertengkaran tanpa penyelesaian dan luka yang terus berulang. Kadang, keputusan paling dewasa bukan bertahan lebih lama, tapi tahu kapan harus berhenti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline