Ilustrasi journaling (pexels/@jessbaileydesign) (pexels/@jessbaileydesign)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih ngerasa kepala penuh banget, tapi bingung harus cerita ke siapa? Atau semua pikiran numpuk sampai rasanya sesak sendiri?
Nah, ada satu cara simpel yang lagi banyak dibahas lagi karena efeknya ternyata bukan sekadar “katarsis” biasa: journaling.
Tapi jangan salah, journaling yang dimaksud di sini bukan cuma nulis “Aku hari ini sedih” atau “Aku lagi capek”. Ada teknik tertentu yang ternyata sudah diteliti dan hasilnya cukup mengejutkan!
Baca juga: Cara Membuat Anak Berani untuk Ikut Lomba, Jangan Sampai Orang Tua Salah Mendampingi!
Salah satu metode paling terkenal dalam journaling adalah free-writing alias menulis bebas.
Konsepnya simpel banget: kamu nulis apa pun yang muncul di kepala tanpa sensor. Nggak perlu mikirin ejaan, susunan kalimat, apalagi estetika tulisan. Pokoknya, semua yang ada di pikiran langsung “ditumpahin” ke kertas atau catatan digital.
Bisa campur aduk, seperti:
Baca juga: Sering Diabaikan, Kebiasaan Simpel Ini Disebut Bisa Bantu Turunkan Risiko Kanker
Justru disitu poin pentingnya!
Menurut penelitian psikolog James Pennebaker (1997), menulis tentang pengalaman emosional bisa membantu kondisi mental jadi lebih stabil. Dan yang menariknya, efek journaling ini nggak butuh waktu lama.
Cukup 15–30 menit per hari dan dilakukan 3–5 hari berturut-turut. Atau kalau mau lebih santai, bisa juga seminggu sekali selama satu bulan.
Dan ya, hasilnya sudah mulai bisa terasa bahkan dalam waktu singkat.
Baca juga: Dinkes DKI Pantau Enam Kasus Suspek Hantavirus di Jakarta
Banyak orang nggak sadar kalau mereka sering “menahan” emosi sendiri. Dipendam, disimpan, dan akhirnya numpuk tanpa disadari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline