Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 27 MEI 2026 • 17:28 WIB

Mengintip Momen Iduladha di Wamana Baru, Desa Terisolir di Maluku

Mengintip Momen Iduladha di Wamana Baru, Desa Terisolir di MalukuSuasana idul adha di desa terpencil, Desa Wamanabaru, Pulau Buru, Maluku. (Indozone/Samsudhuha Wildansyah)

INDOZONE.ID - Hujan berhenti, dentuman kumandang takbir terngiang sejak pagi di pelosok timur wilayah Indonesia. Prosesi Iduladha yang sangat sederhana berbanding terbalik jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah di Pulau Jawa.

Tim Dompet Dhuafa bersama jurnalis Indozone mengunjungi desa pelosok, terisolir di Maluku dengan nama Desa Wamana Baru yang lokasinya berada di Pulau Buru. Jejak kaki dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 dini hari waktu Indonesia bagian barat (WIB).

Via udara, pesawat dari Bandara Soekarno Hatta terbang menuju Bandara Patimura, Ambon  Belum berhenti, perjalanan dilanjutkan menggunakan pesawat wings untuk menuju Pulau Buru.

Baca juga: Iduladha 1445 H, Keraton Yogyakarta Gelar Hajad Dalem Gerebeg Besar 

Perjalanan darat kemudian dilakukan dan memakan waktu berjam-jam menggunakan kendaraan roda empat menembus bukit hingga membelah hutan. Selasa, 26 Mei 2026 malam sekitar pukul 22.00 WIT, perjalanan terhenti disebuah aliran sungai.

Tembus Sungai Dengan Rakit

Ya, jalan itu memang sudah berhenti sampai tepi sungai. Warga diharuskan menggunakan rakit untuk menyebrang sungai untuk sampai di desa tersebut.

Sudah menyebrang, tim masih harus berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor warga dengan jarak kurang lebih 1 km untuk tiba di pemukiman. Kontur jalan berbatu dipenuhi lumpur seolah menyambut perjalanan tim.

"Untuk kendaraan mobil hanya bisa sampai tepi sungai saja karema tidak bisa menyebrang," kata Sandi, warga lokal sekitar.

Lantas bagaimana kalau banjir, Sandi bilang jika aktivitas bisa lumpuh jika air sungai naik.

"Aksesnya dia memang tidak pelosok banget tapi jauh dan terisolasi dikelilingi hutan dan gunung. Aksesnya terputus, tidak ada jembatan dan harus melalui kali besar. Kalau banjir semua aktivitas bisa berhenti," cerita Sandi.

Tim harus bermalam di rumah warga agar bisa mengikuti prosesi Iduladha di desa itu pada keesokan harinya.

Tanpa Jaringan Internet

Sinyal terlihat ada pada ponsel namun, untuk jaringan internet nihil. Jurnalis Indozone membawa dua perangkat ponsel dengan dua provider besar, namun jaringan internet tetap tidak tersedia.

Kata warga, disini menggunakan internet yang mereka sebut sebagai starling. Internet itu ada di salah satu rumah warga dan harus membayar per-15 jam agar mendapatkan pasword wifi.

Akses internet tersebut hanya bisa digunakan di rumah tersebut. Jika kita menjauh sedikit saja, jaringan internet kabur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengintip Momen Iduladha di Wamana Baru, Desa Terisolir di Maluku

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!