Ilustrasi berbohong (freepik).
INDOZONE.ID - Dalam hubungan, kepercayaan itu mahal. Sekali rusak, butuh waktu lama untuk membangunnya kembali.
Banyak hubungan kandas bukan karena orang ketiga. Justru kebohongan kecil dan rahasia yang terus disimpan sering jadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Sayangnya, banyak orang baru menyadari hal ini setelah semuanya terlambat.
Yang lebih mengejutkan, penyebabnya sering kali bukan kesalahan besar. Justru hal-hal yang terlihat sepele seperti menyembunyikan sesuatu, tidak mengatakan yang sebenarnya, atau terus berpura-pura baik-baik saja bisa menjadi awal dari retaknya sebuah hubungan.
Lalu, kenapa kebiasaan seperti ini bisa begitu berbahaya?
Baca juga: 50 Ide Nama Villa yang Bagus dan Unik untuk Bisnis Penginapan
Hampir semua orang pernah melakukannya. Mengaku tidak marah padahal sedang kesal.
Mengatakan semuanya baik-baik saja meski hati sedang penuh masalah. Atau sengaja tidak menceritakan sesuatu karena takut pasangan kecewa.
Sekilas memang terlihat tidak berbahaya. Bahkan banyak yang menganggapnya sebagai cara untuk menghindari konflik. Namun masalahnya, kebiasaan seperti ini membuat pasangan hanya mengenal versi diri yang sudah “disaring”.
Akibatnya, hubungan kehilangan salah satu fondasi terpentingnya: kejujuran.
Baca juga: Tunggu Pembeli Sambil Baca Al-Quran, Kakek di Bandung Ini Sedot Perhatian Warganet
Banyak orang merasa dirinya tidak berbohong karena tidak mengucapkan kalimat yang salah secara langsung. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Menyembunyikan informasi penting, hanya menceritakan sebagian fakta, mengurangi detail tertentu, atau sengaja menutup-nutupi sesuatu yang berkaitan dengan hubungan juga bisa menjadi bentuk ketidakjujuran.
Ketika pasangan tidak mengetahui fakta yang sebenarnya, mereka kehilangan kesempatan untuk memahami situasi secara utuh. Pada akhirnya, mereka membuat keputusan berdasarkan informasi yang tidak lengkap. Disitulah masalah mulai muncul.
Satu kebohongan hampir selalu membutuhkan kebohongan lain untuk menutupinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com