Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 29 MEI 2026 • 14:05 WIB

Trophy Relationship, Hubungan yang Mengutamakan Gengsi Dibanding Koneksi Emosional Tulus

Trophy Relationship, Hubungan yang Mengutamakan Gengsi Dibanding Koneksi Emosional TulusIlustrasi trophy relationship. (freepik)

INDOZONE.ID - Banyak orang mengira dipuji dan dipamerkan pasangan adalah tanda kalau hubungan mereka sehat dan penuh cinta. Padahal kenyataannya, nggak selalu begitu.

Ada sebagian orang yang menjalin hubungan bukan benar-benar karena sayang, melainkan karena ingin terlihat hebat di depan orang lain. 

Mereka merasa lebih percaya diri saat punya pasangan yang menarik, sukses, populer, atau dianggap “idaman” oleh banyak orang.

Sekilas memang terlihat seperti hubungan sempurna. Feeds Instagram penuh foto romantis, sering flexing pasangan, dan selalu terlihat harmonis di depan publik. 

Baca juga: Perpisahan Haru Domba Kurban dengan Pemiliknya, Beri Isyarat Lambaian Tangan

Tapi di balik semua itu, belum tentu hubungan tersebut benar-benar sehat.

Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa saja hanya dijadikan “trophy” atau simbol kebanggaan semata.

Apa Itu Trophy Relationship?

Istilah “trophy relationship” biasanya dipakai untuk menggambarkan hubungan yang lebih mementingkan gengsi dibanding koneksi emosional yang tulus.

Sederhananya, pasangan melihat kamu sebagai pencapaian yang bisa dipamerkan, bukan sebagai pribadi yang benar-benar dihargai dan dicintai. 

Karena itu, mereka lebih fokus pada hal-hal yang bisa meningkatkan image diri mereka, seperti:

Baca juga: 11 Fakta Tentang Bahasa Jerman yang Menarik: Lebih dari Sekadar Tata Bahasa Rumit

  • Penampilan fisik pasangan
  • Popularitas atau status sosial
  • Pekerjaan dan pencapaian
  • Cara hubungan terlihat di depan orang lain

Nggak heran kalau hubungan seperti ini sering terlihat “wah” dari luar, tapi kosong secara emosional didalamnya.

Dipuji Terus-Terusan Belum Tentu Tulus

Siapa yang nggak senang dipuji pasangan? Dibilang cantik, ganteng, pintar, atau keren memang bisa bikin hati berbunga-bunga.

Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Makan Sate Daging Kurban yang Bikin Story Instagram Kamu Auto Estetik

Namun, kamu juga perlu melihat jenis pujian yang diberikan. Kalau hampir semua pujiannya hanya berputar soal penampilan, status, atau hal-hal yang bisa dibanggakan ke orang lain, itu bisa jadi red flag.

Misalnya:

  • Mereka lebih sering memuji fisikmu dibanding kepribadianmu
  • Bangga karena kamu “gampang dipamerin”
  • Sering menjadikan hubungan kalian konten media sosial
  • Terobsesi terlihat couple goals di depan publik

Pada akhirnya, perhatian yang diberikan terasa seperti pertunjukan, bukan ketulusan.

Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Makan Sate Daging Kurban yang Bikin Asyik Saat Kumpul Keluarga

Kamu Lebih Terlihat Seperti Aksesori daripada Pasangan

Salah satu tanda paling jelas adalah saat kamu mulai merasa seperti “pelengkap hidup” mereka.

Mereka ingin kamu selalu tampil sempurna, menjaga image hubungan, dan terlihat menarik di depan orang lain. Tapi ketika kamu sedang capek, sedih, atau punya masalah, mereka justru terlihat tidak terlalu peduli.

Hubungan sehat seharusnya membuat seseorang merasa aman dan diterima apa adanya. Bukan merasa harus selalu tampil ideal demi menjaga gengsi pasangan.

Kalau kamu mulai merasa dihargai hanya saat terlihat “membanggakan”, itu patut dipertanyakan.

Baca juga: 6 Alasan Belajar Bahasa Jerman: Investasi Karier, Edukasi, dan Pengalaman Global

Hubungan Mulai Terasa Berat Sebelah

Orang yang menjadikan pasangannya sebagai trophy biasanya lebih banyak mengambil daripada memberi.

Mereka menikmati perhatian, validasi sosial, dan kebanggaan dari hubungan tersebut, tapi minim usaha dalam menjaga kedekatan emosional. Akibatnya, hubungan terasa tidak seimbang. 

Kamu mungkin selalu berusaha mempertahankan komunikasi, jadi pihak yang lebih sering mengalah, merasa emosimu diabaikan, serta capek sendiri mempertahankan hubungan.

Sementara mereka hanya hadir saat membutuhkan sesuatu atau saat ingin terlihat “bahagia” di depan orang lain.

Baca juga: Contoh Kalimat Saran: Pengertian, Ciri-ciri, hingga Cara Menyampaikannya

Media Sosial Sering Jadi Alat Pencitraan

Di era sekarang, media sosial juga punya peran besar dalam hubungan seperti ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Trophy Relationship, Hubungan yang Mengutamakan Gengsi Dibanding Koneksi Emosional Tulus

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!