Ilustrasi malas bekerja (unsplash.com)
INDOZONE.ID - Kerja kantoran seringkali identik dengan duduk dan bekerja di meja sepanjang hari. Terkadang, rasa malas atau mager kerap menjadi penghalang untuk bergerak aktif saat bekerja.
Padahal, terlalu lama duduk bisa berdampak buruk bagi kesehatan, seperti nyeri punggung, obesitas, hingga yang terburuk adalah mengidap penyakit jantung.
Hal ini didukung dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology.
Sikap jarang bergerak sering dikaitkan dengan hasil kardiovaskular yang buruk di masa depan, sehingga menyebabkan kematian akibat gagal jantung.
Studi ini juga dilengkapi dengan sejumlah besar penelitian. Penelitian itu menunjukkan bahwa duduk dalam waktu lama dapat berdampak negatif terhadap kesehatan seseorang, termasuk meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes.
Psikolog dan Kepala Staf Klinis di Recovery.com, Malasri Chaudhery Malgeri, PhD, mengatakan bahwa bergerak secara rutin di setiap harinya itu sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental.
"Bergerak secara teratur sepanjang hari sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental,” kata Malasri Chaudhery Malgeri, PhD kepada Health, dikutip pada Minggu (2/3/2025).
Malasri Chaudhery juga menyebutkan jika membangun kebiasaan kecil, seperti mengontrol jadwal istirahat itu akan berdampak yang signifikan bagi kesehatan, serta membuat diri kamu fokus saat mengerjakan pekerjaan kantor.
"Dengan membangun kebiasaan kecil yang disengaja, seperti istirahat yang terjadwal atau mengandalkan akuntabilitas kita sehingga membuat diri kita menjadi fokus saat mengerjakan pekerjaan kantor," sambungnya.
Lantas, apa saja sih trik ampuh dalam tetap bergerak aktif meski sedang malas bekerja? Simak empat strategi yang direkomendasikan oleh para ahli, di bawah ini.
Berikut ini empat strategi yang bisa kamu coba untuk selalu bergerak aktif, meskipun dilanda rasa malas atau mager.
Beberapa pekerja kantoran, tak mungkin memiliki waktu istirahat yang lama, sehingga tidak memungkinkan waktunya untuk dipakai berolahraga.
Nah, dengan waktu yang limit kamu bisa coba istirahat selama lima menit sekali. Hal ini juga diterapkan oleh Shelly Qualtieri, seorang pekerja sosial terdaftar yang berkantor di Calgary.
Faktanya, memaksimalkan waktu istirahat selama lima menit sekali, terbukti mengurangi risiko kardiometabolik, meningkatkan fokus, serta bisa melawan efek negatif bagi kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health.com, Recovery.com