Ilustrasi orang marah. (Pexels)
INDOZONE.ID - Marah adalah salah satu bentuk ekspresi emosi yang umum. Namun, jika tidak dikendalikan dengan baik, marah dapat memiliki dampak buruk pada kesehatan dan kesejahteraan.
Artikel ini membahas dampak buruk dari keseringan marah serta memberikan tips untuk mengendalikan emosi ini dengan lebih sehat.
Jika marah terjadi terlalu sering atau terlalu intens, hal ini dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, baik fisik maupun mental. Berikut adalah beberapa dampak buruk keseringan marah bagi kesehatan:
Baca Juga: Studi Jepang: Mengatasi Rasa Marah dengan Menulis Dapat Menenangkan Pikiran
1. Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh
Ilustrasi orang sehat lantaran menjaga kekebalan tubuh
Kemarahan yang berlebihan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Ketika seseorang marah, tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol, yang dapat memicu respons "fight or flight."
Pelepasan hormon stres yang berlebihan atau terlalu sering dapat menurunkan antibodi imunoglobulin A (IgA), yang bertugas melawan infeksi.
Penurunan IgA akibat kemarahan dapat meningkatkan risiko infeksi, mengganggu sistem pencernaan, dan bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis.
Untuk mengurangi risiko ini, penting untuk mengelola stres, menjaga pola hidup sehat, dan mengendalikan respons marah.
Langkah-langkah seperti berpikir sebelum bicara, menggunakan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga, menjaga pola makan sehat, dan rutin berolahraga dapat membantu mengurangi stres dan menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh.
Jika marah menjadi sulit dikendalikan, berkonsultasi dengan konselor atau psikolog bisa menjadi solusi untuk mendapatkan bantuan dan strategi dalam mengelola emosi.
2. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Better Health