Ilustrasi mimpi buruk. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Mimpi buruk bisa datang kapan saja dan sering kali meninggalkan perasaan cemas dan takut saat kita terbangun.
Meski terlihat hanya seperti sekadar mimpi, mimpi buruk sebenarnya bisa dipicu oleh berbagai faktor psikologis.
Lalu apa penyebab mimpi buruk dan bagaimana cara menenangkan diri setelahnya?bBerikut penjelasannya.
Ilustrasi stres yang menjadi salah satu penyebab mimpi buruk. (freepik.com)
Mimpi buruk sering kali disebabkan oleh ketakutan yang belum terselesaikan, stres, atau pengalaman traumatis dari kehidupan sehari-hari.
Menurut ahli, mimpi buruk merupakan cara otak kita untuk memproses emosi yang sulit dan konflik psikologis yang terpendam.
Dr. Alla Demutska, Direktur Klinik Konseling dan Psikoterapi di The School of Positive Psychology, menjelaskan bahwa otak kita menggabungkan pengalaman-pengalaman terbaru dengan ingatan masa lalu.
Saat emosi seperti ketakutan, kecemasan, atau frustrasi terlibat, mimpi tersebut bisa berubah menjadi mimpi buruk.
Baca Juga: 5 Penyebab Mimpi Buruk yang Sering Terjadi, Rasa Cemas Hingga Faktor Lingkungan
Ilustrasi mimpi buruk (thesuccessfulparent.com)
Proses tidur dibagi menjadi beberapa tahapan, di antaranya ada fase tidur NREM (Non-Rapid Eye Movement) dan fase REM (Rapid Eye Movement).
Fase REM biasanya terjadi sekitar 90 menit setelah kita tertidur, dan inilah fase di mana mimpi yang paling jelas dan intens muncul.
Jika kita terbangun di tengah mimpi buruk, kita cenderung akan mengingatnya, terutama bagi mereka yang tidurnya cenderung lebih ringan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Channelnewsasia.com