Ilustrasi mengonsumsi makanan tinggi gula. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Makanan manis seperti cokelat, kue, atau permen memang menggoda selera.
Namun, tahukah kamu bahwa konsumsi gula yang berlebihan tidak hanya berisiko untuk kesehatan tubuh, tetapi juga dapat merusak kulit?
Berikut beberapa penjelasan mengenai lima efek negatif gula pada kulit, cara mengurangi, hingga banyak gula yang seharusnya dikonsumsi.
Ilustrasi wanita yang memiliki jerawat. (freepik.com)
Gula dapat mempengaruhi produksi minyak di kulit. Konsumsi gula yang tinggi memicu lonjakan insulin, yang merangsang produksi minyak berlebih.
Baca Juga: Bukan Gula, Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Menyebabkan Diabetes? Ini Faktanya
Kondisi ini dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Studi membuktikan bahwa makanan tinggi gula berhubungan erat dengan peningkatan jerawat, terutama pada remaja dan dewasa muda.
Kolagen dan elastin adalah serat penting yang menjaga kulit tetap halus dan elastis. Sayangnya, gula berlebih dapat merusak serat ini, membuat kulit kehilangan kekencangan dan elastisitasnya.
Jika tidak segera dikendalikan, kerusakan ini dapat bersifat permanen, menyebabkan kulit terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.
Psoriasis adalah kondisi autoimun yang ditandai dengan bercak merah dan kulit bersisik.
Konsumsi gula berlebih dapat memicu peradangan dalam tubuh, memperburuk gejala psoriasis, dan meningkatkan risiko flare-up yang lebih parah.
Mengontrol asupan gula menjadi salah satu langkah penting untuk mengelola kondisi ini.
Gula memiliki efek inflamasi yang dapat memengaruhi kesehatan kulit. Peradangan ini dapat memicu atau memperburuk kondisi kulit seperti eksim, rosacea, serta kemerahan atau pembengkakan.
Selain itu, peradangan kronis juga memperlambat proses penyembuhan kulit dari iritasi atau luka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthshots.com