Ilustrasi nyeri pada wanita. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Tubuh dapat diibaratkan sebagai sebuah sistem yang sempurna. Sebab, tubuh selalu memberi tahu kita apa yang sedang terjadi.
Rasa nyeri dari tubuhmu merupakan peringatan, bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Namun, menurut penilitian, wanita ternyata lebih rentan mengalami nyeri ketimbang pria.
Perlu diketahui, faktor-faktor biologis pun diyakini menyebabkan kondisi ini. Lantas mengapa demikian?
Nah, INDOZONE akan membeberkan, penjelasan para ahli mengenai wanita lebih rentan mengalami nyeri ketimbang pria.
Ilustrasi wanita yang lebih sering mengalami nyeri dari pria. (freepik.com)
Sebuah studi yang diterbitkan dalam British Journal of Anaesthesia di 2013, mengungkapkan pria dan wanita merasakan nyeri dengan cara berbeda.
Wanita cenderung memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap nyeri dan lebih berisiko mengalami nyeri kronis.
Ahli kesehatan, dr. Dipali Patel, menyebutkan faktor biologis, khususnya perubahan hormon, memainkan peran penting dalam persepsi nyeri.
Perubahan kadar estrogen, terutama selama menstruasi, kehamilan, dan menopause, dapat mempengaruhi sensitivitas terhadap nyeri.
Pada fase luteal siklus menstruasi, kadar estrogen yang lebih rendah dikaitkan dengan meningkatnya sensitivitas terhadap nyeri, yang menyebabkan migrain atau nyeri panggul.
Sebaliknya, kadar estrogen yang tinggi dapat membantu tubuh mengurangi sensasi nyeri.
Beberapa kondisi nyeri lebih sering dialami wanita ketimbang pria karena faktor hormonal, genetik, dan anatomi. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Onlymyhealth.com