INDOZONE.ID - Kayu manis bukan sekadar pelengkap masakan atau penyedap teh hangat. Rempah ini, yang populer di banyak negara, kini dinyatakan memiliki efek farmakologis yang bisa berdampak serius bagi pasien pengguna obat medis tertentu.
Dalam riset terbaru yang diterbitkan oleh jurnal Food Chemistry: Molecular Sciences, peneliti memusatkan perhatian pada senyawa aktif cinnamaldehyde. Senyawa inilah yang memberi aroma manis tajam pada kayu manis dan juga menyimpan potensi interaksi negatif dengan obat.
Kayu manis (Pixabay/Jennifer Birgl)
Setelah diserap tubuh, cinnamaldehyde berubah menjadi asam sinamat. Zat ini secara signifikan mampu memodifikasi kerja enzim hati, terutama yang terlibat dalam proses detoksifikasi dan penguraian obat. Intervensi ini bisa menyebabkan berkurangnya efektivitas pengobatan atau bahkan efek samping yang berbahaya.
Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa cinnamaldehyde serta minyak atsiri kayu manis dapat memicu aktivasi reseptor sel yang berpengaruh terhadap enzim CYP2C9 dan CYP1A2. Enzim-enzim ini berperan dalam metabolisme banyak jenis obat resep umum.
Baca Juga: Punya Rasa yang Unik, Ini Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan
Ironisnya, di tengah manfaat kesehatan yang kerap dikaitkan dengan kayu manis, temuan ini menyoroti sisi lain dari penggunaan berlebihan rempah tersebut. Tidak sedikit orang mengkonsumsi kapsul ekstrak kayu manis untuk tujuan pengobatan alternatif, seperti pengontrol diabetes dan kolesterol.
Namun, belum ada persetujuan resmi dari badan regulasi seperti FDA untuk penggunaan kayu manis sebagai obat. “Masih dibutuhkan lebih banyak studi untuk memastikan keamanan dan efektivitas penggunaan suplemen kayu manis dalam konteks medis,” jelas laporan tersebut.
Rendaman kayu manis minuman untuk meredakan nyeri haid
Kayu manis jenis cassia, yang banyak dijual di pasaran, dikenal memiliki kadar kumarin tinggi. Kumarin dalam jumlah besar bisa menyebabkan kerusakan hati dan meningkatkan risiko pendarahan jika dikombinasikan dengan obat antikoagulan.
Sebaliknya, kayu manis Ceylon lebih aman karena kadar kumarinnya rendah. Meski begitu, bentuk suplemen tetap tidak disarankan dikonsumsi tanpa konsultasi dokter, terutama bagi pasien penyakit kronis.
Baca Juga: 6 Manfaat Mengonsumsi Teh Kayu Manis, Kaya Antioksidan hingga Mengatasi Nyeri Haid
Peneliti menganjurkan sejumlah langkah pencegahan:
Pada akhirnya, kita perlu menyadari bahwa segala sesuatu yang berasal dari alam tidak otomatis aman dikonsumsi secara bebas. Wawasan dari penelitian ini memberikan alasan kuat untuk lebih bijak dalam menggunakan rempah-rempah sebagai suplemen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Infobae.com