Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 01 JUNI 2025 • 12:35 WIB

Virus Covid-19 Ternyata Masih Mengancam, Kemenkes Warning Lansia untuk Waspada

Virus Covid-19 Ternyata Masih Mengancam, Kemenkes Warning Lansia untuk WaspadaIlustrasi lansia. (Freepik)

Kasus Covid-19 meningkat di negara-negara seperti Singapura, Bangkok dan Hongkong. Di Singapura, kasus lonjakan Covid-19 ini terjadi dua tahun setelah Singapura mencabut seluruh pembatasan pandemi pada Februari 2023 dan status Covid-19 sebagai pendemi saat ini.

Kementerian Kesehatan Singapura memperkirakan lonjakan kasus ini terjadi karena menurunnya imunitas kelompok. Orang dengan usia di atas 60 tahun ke atas atau memiliki kondisi medis yang rentan dapat mengalami gejala yang berat.

Kemenkes RI menggandeng perusahaan farmasi pun mengambil langkah cepat untuk menghadapi tantangan berupa tripledemic, yaitu Covid-19, Influenza, dan RSV (Respiratory Syncytial Virus) yang bisa bersirkulasi secara bersamaan.

Dalam menghadapi tripledemic, hal yang sangat dikhawatirkan adalah kondisi lansia di Indonesia, di 2030 jumlah lansia bisa mencapai 14,6% dari total populasi.

Sementara itu, populasi lansia yang memiliki penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes dan paru lebih rentan terhadap infeksi pernapasan.

Baca Juga: Kemenkes Mendadak Sebarkan Surat Edaran Covid-19, Begini Isinya

Dengan populasi lansia yang terus meningkat, potensi beban kesehatan dan ekonomi akibat saluran pernapasan akut pada lansia perlu menjadi perhatian serius.

Dengan proporsi penduduk lansia yang terus meningkat serta tantangan yang dihadapi lansia di Indonesia cukup signifikan.

Kenapa Lansia Lebih Rentan Tertular?

Virus Covid-19 Ternyata Masih Mengancam, Kemenkes Warning Lansia untuk WaspadaIlustrasi lansia. (Freepik)

Kemenkes memberi warning kepada lansia untuk waspada penularan virus ini. Sebab beban RSV pada lansia lebih besar karena pemeriksaan terhadap virus RSV belum dirutinkan dalam proses penegakan diagnosis pada orang yang menunjukkan gejala infeksi saluran pernapasan.

Apalagi saat ini belum ada pengobatan khusus untuk RSV. Makanya sangat penting untuk mencegah penyebaran RSV dengan menerapkan kebersihan yang baik, seperti menutup mulut saat batuk atau bersin, mencuci tangan secara teratur, dan membersihkan permukaan yang sering disentuh.

Selain itu, cara pencegahan lainnya termasuk menggunakan masker, dan menerapkan physical distancing.

Bagaimana Penularan Virus RSV?

Virus RSV dapat menyebar saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin di dekat kita, atau melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi RSV (misalnya mencium balita yang terinfeksi), termasuk juga dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dengan virus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Virus Covid-19 Ternyata Masih Mengancam, Kemenkes Warning Lansia untuk Waspada

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!