Rabu, 20 AGUSTUS 2025 • 15:10 WIB

Kisah Pilu Raya, Balita di Sukabumi yang Meninggal Dunia dengan Tubuh Penuh Cacing

Author

Balita di Sukabumi meninggal dunia akibat infeksi cacing di seluruh tubuhnya. (Instagram/indo_psikologi)

INDOZONE.ID - Sebuah kisah memilukan datang dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di mana seorang balita perempuan berusia 4 tahun bernama Raya, meninggal dunia setelah berjuang melawan infeksi cacing parah yang menggerogoti seluruh tubuhnya, bahkan hingga ke otak.

Raya terlahir dari pasangan Udin (32) dan Endah (38), yang hidup dalam kondisi sangat terbatas.

Ayahnya sering sakit-sakitan, sementara ibunya memiliki keterbelakangan mental.

Baca juga: Kisah Pilu Yuni, Bayi Gajah Sumatera yang Meninggal di Bengkalis

Mereka tinggal di sebuah rumah panggung yang sangat sederhana, di mana bagian bawahnya digunakan sebagai kandang ayam yang kotor.

Diduga kuat, lingkungan yang tidak higienis inilah yang menjadi sumber infeksi cacing di tubuh Raya.

Pada 12 Juli 2025, Raya ditemukan tak sadarkan diri. Seorang pegiat sosial bernama Iin berinisiatif membawanya ke rumah sakit pada malam 13 Juli.

Namun, perjuangan itu tidak mudah. Raya tidak memiliki dokumen identitas resmi, seperti Kartu Keluarga (KK), sehingga ia tidak terdaftar sebagai peserta BPJS.

Karena tidak ada jaminan kesehatan, tim pegiat sosial harus menanggung sendiri biaya perawatan Raya yang mencapai Rp23 juta.

Upaya untuk mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial hingga Dinas Kesehatan pun berujung nihil.

Baca juga: Kisah Pilu Hafiz, Dokter Lulusan UI yang Pilih Tinggal di Kolong Jembatan: Ini Alasannya!

Kondisi Raya di rumah sakit sangat memprihatinkan. Beberapa saat setelah dirawat, seekor cacing gelang sepanjang 15 cm tiba-tiba keluar dari hidungnya dalam keadaan hidup.

Tim medis juga menemukan ratusan cacing di area kemaluan hingga anus Raya, dengan total berat yang dikeluarkan mencapai sekitar 1 kg.

Hasil CT Scan menunjukkan fakta yang lebih mengejutkan, yaitu cacing dan telurnya telah menyebar hingga ke bagian otak.

Sehingga setelah dirawat selama 9 hari, Raya menghembuskan nafas terakhirnya pada 22 Juli 2025.

Kisah tragis ini menjadi pengingat pilu tentang pentingnya akses kesehatan yang merata dan peran kita dalam membantu sesama yang kurang beruntung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/indo_psikologi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU