INDOZONE.ID - Ada kesalahan umum yang masih sering dilakukan sebagian orang tua zaman sekarang. Salah satunya nggak sadar memberikan anak kesempatan bermain gadget secara bebas tanpa batas waktu.
Sebagian mereka berpikir, itu jadi satu-satunya cara supaya anak bisa duduk diam tenang di rumah. Padahal terlalu bebas dalam menggunakan gadget bisa bikin anak kecanduan.
Melansir dari WHO, orang tua punya peran penting untuk memperkenalkan anak cara bermedia yang sehat sesuai usianya.
Salah satunya yaitu dengan membatasi screen time atau pemakaian gadget anak. Sebab, screen time berlebih bisa mempengaruhi tumbuh kembang motorik dan kognitif mereka.
Bagi para orang tua, WHO memberi rekomendasi waktu penggunaan gadget sesuai usia anak.
1. Anak Usia di bawah 18 Bulan-1 Tahun
Tidak disarankan screen time, kecuali untuk penggunaan video call. Namun, itu pun hanya sebatas untuk melatihnya membangun ruang interaksi secara aktif.
Orang tua juga tetap harus mengawasi. Aturan serupa juga berlaku ketika anak mengakses TV. Lebih baik alihkan perhatiannya pada kegiatan yang menstimulus aktivitas gerak untuk melatih sistem motorik.
2. Anak Usia 2 Tahun
Screen time tidak lebih dari 1 jam, lebih singkat lebih baik. Jika orang tua ingin memperkenalkan dunia media, pastikan konten media yang diakses berkualitas. Aktivitas bermedia pun harus diawasi orang tua.
Namun, untuk anak di usia ini, lebih disarankan untuk dikenalkan dengan permainan sensorik untuk tumbuh kembang kognitifnya.
Baca juga: Aktivis Hak Hewan Tuntut Hotel Internasional Wujudkan Komitmen Telur Bebas Kandang di Asia
3. Anak Usia 3-5 Tahun
Maksimal penggunaan gadget 1 jam dalam satu hari. Selain memastikan jenis konten yang diakses, ada baiknya orang tua juga mengarahkan bagaimana seharusnya anak menggunakan gadget secara positif.
Misalnya, orang tua bisa memperkenalkan sisi edukatif penggunaan gadget. Anak bisa diarahkan untuk membaca buku digital. Tontonannya pun perlu dikurasi yang tidak hanya menghibur tapi juga edukatif.
4. Anak Usia 6 Tahun ke Atas
Screen time tidak lebih dari 2 jam sehari untuk penggunaan hiburan (nonton atau main game).
Orang tua juga disarankan berperan aktif dalam memperkenalkan anak di ruang digital. Peran orang tua nggak cuma menyaring konten berkualitas, tapi juga memperkenalkan anak dengan aplikasi bermanfaat, seperti untuk membantu mengerjakan tugas.
Baca juga: Viral! Usai Sidang Skripsi, Mahasiswa Sumenep Malah Dapat Hadiah Kambing dan Anak Ayam
Bahaya Pemakaian Gadget Berlebihan pada Anak
Menghabiskan waktu di depan gadget bisa berdampak buruk untuk perkembangan anak. Melansir dari American Optometric Association, pemakaian gadget berlebih pada anak bisa menyebabkan.
- Kurangnya keterampilan motorik halus
- Kurangnya keterampilan komunikasi secara sosial
- Sulit untuk fokus dan berkonsentrasi saat mengerjakan kewajibannya
- Kecanduan bermain game atau nonton konten tertentu
- Mengganggu jam tidur idealnya
- Meningkatkan risiko mata rusak
- Ketakutan akan tertinggal tren (FOMO)
- Kurangnya waktu bergerak secara aktif
- Kurangnya waktu bersama orang tua karena terlalu asik dengan dunianya
- Memungkinkan anak terpapar konten dewasa atau kekerasan lainnya yang bisa mempengaruhi perilakunya
- Sulit dalam mengatur emosionalnya secara baik
Baca juga: Anak Muda Karawang Berkesempatan Belajar 9 Bulan Bentuk Karakter SDM yang Kompetitif
5 Cara Bijak Mengenalkan Dunia Digital pada Anak
Di era digital ini, peran orang dewasa sangat penting untuk mengawasi aktivitas digital anak.
Setidaknya ada 5 cara bijak gimana orang tua berperan dalam memperkenalkan dunia digital pada anak. Tujuannya agar mereka bisa paham bahwa dunia digital juga punya sisi positif yang bisa dimanfaatkan.
1. Pilih Konten yang Sesuai Usianya
Ini penting karena ruang digital kaya akan konten yang beragam dengan kemudahan aksesnya, tapi nggak semua konten yang ada di internet itu cocok untuk anak-anak.
Makanya kamu sebagai orang tua perlu banget nih memeriksa atau batasi aplikasi digital yang anak pakai sesuai dengan usianya. Caranya bisa dengan memanfaatkan fitur parental control untuk memfilter konten di internet.
Selain itu, memberikan pemahaman kepada anak tentang konten-konten yang mereka temui di ruang digital juga perlu dilakukan. Dengan demikian, mereka akan paham konsen orang tuanya.
Baca juga: Rombongan Pendaki Alami Momen Menegangkan Usai Dengar Suara Misterius
2. Ajarkan Digital Literacy
Ketika anak menemukan konten yang menurut kita kurang baik untuk dikonsumsi di usianya, alih-alih memarahi mereka, lebih baik berikan penjelasan dengan sudut pandang yang mudah mereka pahami.
Dengan begitu, kamu sebagai orang tua juga sadar akan pentingnya memberikan pemahaman literasi digital pada anak.
Ini juga menjadi sarana mengajarkan mereka untuk berpikir kritis terhadap apa yang dilihat atau didapatkan di ruang digital.
3. Kenali Keamanan dan Etika Digital
Anak perlu dikenalkan dengan keamanan di ruang digital. Jangan sampai mereka memberikan informasi yang bersifat pribadi seperti nama, alamat, nomor telepon, kepada orang asing di internet. Selain itu, penting juga mengajari anak dalam beretika di ruang maya.
Baca juga: Solusi Mencegah Krisis Air Bersih yang Jadi Tantangan di Lingkungan
4. Bikin Kegiatan Layarnya Jadi Interaktif dan Kreatif
Selain mengenalkan anak pada ruang digital untuk tujuan hiburan, kamu juga bisa lho bikin kegiatan layarnya jadi lebih interaktif dan kreatif lewat cara yang menyenangkan.
Misalnya, Kamu bisa perkenalkan mereka dengan aplikasi menggambar untuk memberi ruang berkreasi secara bebas dalam seni digital.
Kamu bisa juga merekomendasikan game edukatif yang membantu mereka mengembangkan keterampilan logika dasar, berhitung, mengenal bahasa baru, dan kemampuan literasi.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Cupcake Stroberi yang Bikin Feed Makin Manis
5. Ajak Anak Diskusi Sehat Soal Ruang Digital
Selain memperkenalkan anak pada ruang digital, kita juga harus paham dengan dunia mereka. Dengan begitu, kita bisa mengajak anak bertukar pikiran tentang informasi yang mereka dapatkan dari ruang digital.
Cara ini juga akan bikin kita punya ruang komunikasi yang sehat dengan anak.
Memberikan ruang aman untuk anak di era digital udah jadi bagian dari tugas orang tua. Jangan sampai anak kita terpapar konten negatif yang tersebar dalam media digital.
Dengan memberikan batasan waktu dalam penggunaan gadget serta keterlibatan orang tua, anak akan memperoleh manfaat dari aktivitas di ruang digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber