INDOZONE.ID - Sebagian besar orang beranggapan bahwa mencintai adalah puncak tertinggi, namun ternyata kenyataannya cinta saja tidak cukup.
Mengenal Self Determination Theory (SDT)
Berdasarkan salah satu teori psikologi Self Determination Theory (SDT) yang dikembangkan oleh Edward L. Deci dan Richard M. Ryan, manusia mempunyai tiga kebutuhan psikologis: autonomy, competence, relatedness.
Ketiganya berpengaruh terhadap kesejahteraan dan kesehatan mental individu, yang dapat berimplikasi pada hubungan romantis.
Ketika kebutuhan ini terpenuhi, individu akan mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dan fungsi sosial yang positif, termasuk dalam hubungan romantis.
Sebaliknya, ketidakmampuan memenuhi kebutuhan ini dapat menyebabkan alienasi dan ketidakpuasan yang berpotensi mempengaruhi kualitas hubungan.
Baca juga: 5 Alasan Banyak Orang Menyesal Setelah Menikah, Ada yang Relate?
Berikut penjelasan ketiga bentuk kebutuhan psikologis menurut teori Self Determination Theory (SDT).
1. Autonomy (Otonomi)
Kebutuhan untuk merasa bahwa tindakan dan keputusan dilakukan secara sukarela dan sesuai dengan diri sendiri dan tidak dikendalikan secara berlebihan.
2. Competence (Kompetensi)
Mengacu pada kebutuhan untuk merasa mampu dan efektif dalam berinteraksi dengan pasangan serta diakui atau usaha ataupun kontribusi yang dilakukan
3. Relatedness (Keterhubungan )
Merupakan kebutuhan untuk merasa terhubung, merasa dekat, diterima dan dicintai serta memiliki hubungan yang bermakna dengan pasangan.
Sebagai pasangan kita merasa memiliki hubungan emosional yang kuat dan rasa saling memiliki dengan pasangan.
Baca juga: Mengapa Introvert Bisa Lebih Percaya Diri Dibanding Ekstrovert? Ini Alasannya
Jika ketiga kebutuhan ini terpenuhi, maka hubungan akan terasa lebih hangat dan positif serta dapat memberikan dukungan untuk pertumbuhan masing-masing individu.
Mengapa Cinta Saja Tidak Cukup?
Jika hubungan hanya berlandaskan cinta maka akan banyak sekali timbul perasaan tidak nyaman dari kebutuhan psikologis yang tidak terpenuhi.
- Jika autonomy tidak terpenuhi: pasangan merasa dikekang dan tidak diberikan ruang kebebasan untuk mengekspresikan dirinya.
- Competence tidak terpenuhi: pasangan merasa tidak dihargai.
- Relatedness tidak terpenuhi: pasangan akan merasa tidak terhubung dan kesepian.
Baca juga: Panduan Membatasi Screen Time yang Sehat untuk Anak di Era Digital, Orang Tua Wajib Tau!
Dalam situasi seperti ini, sangat jelas bahwa cinta saja tidak cukup untuk dijadikan pondasi, cinta akan berubah menjadi sumber frustasi.
Hubungan membutuhkan membutuhkan dua orang yang saling mendukung dan mengerti satu sama lain yang didukung dengan memenuhi kebutuhan psikologis dasar agar hubungan benar-benar berfungsi dan berkembang dengan cara yang positif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal American Psychologist