Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 16:00 WIB

Penulis 'I Want To Die But I Want to Eat Tteokbokki' Baek Sehee Meninggal Dunia, Donorkan 5 Organ Tubuhnya

Author

Baek Sehee, penulis 'I Want To Die But I Want to Eat Tteokpokki' meninggal dunia (Instagram/_baeksehee)

INDOZONE.ID - Kabar duka menyelimuti dunia literasi Korea Selatan, di mana penulis Baek Sehee meninggal dunia di usia 35 tahun.

Di tengah kabar duka ini, penulis yang karyanya telah menyentuh jutaan jiwa ini juga meninggalkan warisan luar biasa.

Sesuai wasiatnya, Baek Sehee telah mendonasikan lima organ tubuhnya, termasuk jantung, paru-paru, liver, dan kedua ginjal, untuk orang-orang yang membutuhkan.

Baca juga: Penulis The Witcher Bongkar Kesalahan Besar di Versi Game, Sekolah Witcher Hanyalah Mitos!

Baek Sehee dikenal luas berkat bukunya yang fenomenal berjudul I Want to Die But I Want to Eat Tteokbokki".

Judul yang kontras dan jujur ini langsung menarik perhatian pembaca global, menjadi representasi dari perjuangan batin yang dialami banyak orang.

Lahir di Goyang-si, Gyeonggi-do, kecintaan Sehee pada dunia literasi membawanya mendalami jurusan Creative Writing saat kuliah.

Setelah lulus, ia sempat bekerja di sebuah penerbit selama lima tahun.

Saat bekerja itulah, Baek Sehee didiagnosis mengidap distimia (dysthymia), yaitu bentuk depresi kronis ringan yang berlangsung lama.

Keputusannya untuk mencari bantuan profesional dan menjalani sesi konseling menjadi titik balik dalam hidup dan karir menulisnya.

Ia mulai menuliskan semua pengalamannya, setiap rasa sakit, perjuangan melawan depresi, hingga dialog-dialog terapeutiknya.

Tulisan-tulisan pribadi inilah yang kemudian ia rangkai menjadi buku.

Penulis 'I Want to Die but I Still Want to Eat Tteokbokki' Baek Sehee meninggal dunia. (Instagram/_baeksehee)

Baca juga: Kisah Perjalanan Waitatiri Penulis The Missing Colors: Dari Korban Bullying Jadi Alumni UI dan Harvard

Buku tersebut bukan sekadar memoar, melainkan jendela yang transparan ke dalam realita penyakit mental, menawarkan validasi mereka yang merasa sendirian dalam kegelapan.

Keputusan terakhir Baek Sehee untuk mendonasikan organ tubuhnya seolah menjadi penegasan dari seluruh pesan yang disampaikan dalam karyanya, "di tengah rasa sakit, selalu ada harapan dan kesempatan untuk memberi makna".

Melalui donasi jantung, paru-paru, liver, dan ginjal, ia tidak hanya meninggalkan buku yang menginspirasi, tetapi juga memberikan nafas kehidupan kedua bagi lima orang.

Kepergiannya memang menyisakan duka mendalam. Namun, aksi mulianya ini menjadi pengingat abadi bahwa hidup seseorang, sependek apapun itu, bisa terus berlanjut dan memberi dampak luar biasa melalui kebaikan dan cinta kasih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Naver

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU