INDOZONE.ID - Selingkuh itu topik yang nggak pernah gagal bikin drama, bisa bikin hati hancur, hubungan berantakan, dan kepercayaan runtuh seketika.
Tapi di balik semua kekacauan itu, sebenarnya ada alasan kenapa orang bisa selingkuh, yang kadang nggak kita sadari atau malah pura-pura nggak mau tahu.
Yuk, bahas bareng dengan cara santai tapi tetap serius, biar kita ngerti apa yang sebenarnya terjadi di balik perilaku selingkuh.
1. Kurangnya koneksi emosional
Bayangin Kamu dan pasangan sudah bersama tapi rasanya seakan “hidupnya berjalan sendiri”. Saat salah satu merasa nggak lagi dipedulikan, didengar, divalidasi, itu bisa jadi pintu masuk.
Baca juga: 40 Ide Nama Usaha Toko Bunga yang Cantik dan Menarik
Studi review “Love and Infidelity: Causes and Consequences” menunjukkan bahwa faktor personal dan relasional seperti, kurangnya kedekatan emosional, perhatian, dan komunikasi adalah salah satu alasan utama selingkuh.
Contohnya: Pasangan udah lama pacaran/menikah, tapi obrolannya cuma “apa kabar”, bukan “apa yang Kamu rasakan hari ini”. Lama-lama salah satu bisa merasa: “Mungkin di luar ada yang lebih peduli.”
2. Kepuasan seks dan kebutuhan fisik yang tak terpenuhi
Seks memang bukan satu-satunya alasan orang selingkuh, tapi juga bukan hal sepele. Menurut penelitian dari University of Maryland (UMD), ada delapan alasan utama kenapa orang bisa tergoda untuk selingkuh.
Beberapa di antaranya karena dorongan seksual, ingin variasi, atau situasi tertentu, misalnya lagi mabuk, liburan, atau stres yang bikin orang jadi “kebablasan.”
Kalau hubungan seks dalam pasangan mulai terasa monoton atau membosankan, sebagian orang akhirnya mencari sesuatu yang baru di luar hubungan mereka sebagai pelarian.
3. Rasa diabaikan atau kurang dihargai
Hal sederhana tapi dampaknya besar: Saat seseorang merasa “cuma dicari kalau lagi butuh,” rasa kecewa bisa tumbuh, dan dari situ muncul keinginan untuk mencari “perhatian” atau “kehangatan” dari orang lain.
Dalam penelitian UMD, hal ini disebut sebagai motivasi “neglect” atau pengabaian, salah satu alasan utama orang bisa selingkuh.
Baca juga: Tak Cuma Olahraga, Hiking Makin Seru Sambil Lestarikan Lingkungan
Contohnya, kalau pasangan terlalu sibuk kerja, jarang ngobrol, atau nggak pernah melibatkan kita dalam keputusan, rasa jauh itu bisa muncul.
Nah, ketika ada orang lain yang memberi perhatian, selingkuh kadang jadi terlihat seperti “pelarian,” meski jelas bukan solusi yang sehat.
4. Komitmen yang lemah atau hubungan yang nggak jelas
Kadang, masalahnya bukan karena cinta yang berkurang, tapi karena komitmen yang nggak benar-benar dipahami atau disepakati bersama.
Dalam riset UMD, hal ini masuk ke kategori “low commitment” atau komitmen yang rendah sebagai salah satu alasan orang selingkuh.
Baca juga: Penuh Cinta! Doa Tulus Seorang Ayah di Secarik Kertas Bikin Haru
Misalnya, kalau pasangan nggak pernah ngobrol serius soal arah hubungan, apakah mau jangka panjang, atau sepakat buat saling setia, maka batasnya jadi kabur.
Dan saat batas itu nggak jelas, peluang untuk selingkuh pun bisa terbuka lebar.
5. Faktor situasi dan kesempatan
Kadang selingkuh juga terjadi karena situasi yang sering disebut orang sebagai “nggak sengaja.” Dalam riset UMD, ini masuk ke kategori “situation”.
Biasanya terjadi saat seseorang lagi dalam kondisi lemah, kurang kontrol diri, atau berada di lingkungan yang mempermudah hal itu terjadi.
Misalnya lagi liburan jauh, habis minum alkohol, sering kerja bareng lawan jenis, atau chatting yang awalnya biasa aja tapi lama-lama makin intens.
Baca juga: 40 Inspirasi Nama Samaran Penulis yang Keren dan Menarik
Campuran antara kesempatan dan kondisi seperti ini bisa bikin “pintu” untuk selingkuh terbuka tanpa sadar.
6. Pencarian nilai diri atau variasi baru
Gak selalu selingkuh karena hubungan lagi bermasalah. Kadang orang selingkuh karena penasaran, pengen buktiin sesuatu ke diri sendiri, atau cuma pengen cari pengalaman baru.
Dalam penelitian UMD, motivasi ini disebut “esteem” (mau merasa dihargai) dan “variety” (ingin variasi).
Jadi, bisa saja orang yang kelihatannya punya hubungan yang baik ternyata selingkuh karena merasa kurang dihargai atau tertarik sama tantangan baru.
Bukan berarti itu pembenaran, tapi setidaknya bisa jadi alasan kenapa hal itu terjadi.
Baca juga: 7 Makanan Pereda Flu yang Gampang Dicari dan Aman untuk Dikonsumsi
7. Dampak teknologi dan lingkungan modern
Di era digital sekarang, kesempatan buat selingkuh jadi jauh lebih besar.
Chat, aplikasi kencan, dan media sosial jadi jalan pintas yang bikin orang bisa mulai selingkuh, baik secara emosional maupun virtual.
Studi review berjudul “Love and Infidelity…” juga bilang kalau pandemi COVID-19 dan kehidupan online malah nambah risiko selingkuh.
Jadi, masalahnya bukan cuma karena pasangan kurang perhatian, tapi juga karena akses ke “orang lain” jadi makin gampang dan terbuka lebar.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Muffin Stroberi Dalam Bahasa Inggris, Bikin Feed Makin Sweet!
8. Alasan mengejutkan: Bukan cuma karena hubungan jelek
Yang paling menarik, penelitian bilang kalau selingkuh nggak selalu karena hubungan itu jelek.
UMD bahkan bilang, “Orang selingkuh karena berbagai alasan... bukan cuma cerminan langsung dari kondisi hubungan.”
Jadi, pasangan yang terlihat “ideal” sekalipun bisa saja selingkuh, bukan karena hubungannya rusak, tapi karena faktor dari dalam diri mereka sendiri, kesempatan yang muncul, atau motivasi pribadi yang berbeda-beda.
Baca juga: 7 Manfaat Tak Terduga Liburan untuk Tubuh dan Pikiran Kamu
Kalau Kamu atau pasangan mulai merasa “kok ada yang beda ya,” nggak ada salahnya buat ngobrol jujur dan saling cek apa yang kurang, apa yang perlu diperbaiki daripada cuma diam dan menunggu sesuatu yang nggak diinginkan terjadi.
Semoga artikel ini bisa jadi bahan yang berguna buat Kamu, sekaligus jadi peringatan supaya kita semua lebih peka dan sadar akan pentingnya menjaga hubungan dengan baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber